Tenaga Surya adalah Harapan Indonesia
Posted on June 10, 2021 by caturelangenergi
Tenaga surya adalah salah satu sumber energi terbesar yang dapat diperoleh dari alam untuk manusia di bumi. Bahkan para ilmuwan memprediksi bahwa sinar matahari masih akan tersedia sampai ratusan miliar tahun ke depan. Sebuah kabar baik tentunya bagi para manusia yang membutuhkan energi untuk bertahan hidup setiap harinya. Tapi sayangnya energi yang sangat besar tersebut belum benar-benar dioptimalkan penggunaannya.
Potensi energi yang dapat diperoleh dari matahari mencapai 112.000 GWp, sedangkan sampai saat ini kita baru bisa memanfaatkan hanya sekitar 10 MWp. Padahal, tenaga matahari sebagai salah satu sumber Energi Baru Terbarukan (EBT), dapat menjadi salah satu harapan untuk kebutuhan listrik hingga masa depan kelestarian lingkungan di Indonesia.
Bagaimana tenaga matahari bisa menjadi salah satu harapan? Simak lebih lengkapnya di bawah ini!
Sejarah Pemanfaatan Tenaga Surya
Mungkin teknologi pemanfaatan tenaga matahari seperti panel surya terdengar baru. Padahal sebenarnya embrio dari teknologi ini sudah ditemukan sejak abad ke-18 oleh Alexandre Edmund Becquerel. Saat itu ia menemukan bahwa penyinaran dua elektroda menggunakan berbagai spektrum cahaya bisa menghasilkan Photovoltaic (cahaya bertegangan listrik).
Penemuan itu terus dikembangkan oleh ilmuwan lain seperti William Grylls Adam, Richards Evans Day dan bahkan oleh salah satu ilmuwan populer, Albert Einstein. Hingga pada akhirnya tahun 1941, Russel Ohl berhasil membuatnya ke dalam bentuk panel surya dan mematenkan teknologi itu sampai digunakan saat ini.
Tenaga Surya sebagai Alternatif
Pengembangan panel surya mendapatkan semakin banyak dukungan, karena semakin banyak yang menyadari tentang potensi besarnya sebagai sumber energi alternatif. Seperti misalnya Amerika Serikat yang mulai tertarik untuk mengembangkannya setelah mengetahui University of Delaware berhasil menerapkan pemanfaatan tenaga matahari pada Solar One.
Sejak saat itu teknologi EBT semakin dikenal dan banyak dimanfaatkan. Apalagi seiring berjalannya waktu, para ilmuwan menemukan fakta bahwa kondisi bumi semakin memburuk. Bahkan diperkirakan pada tahun 2060, bumi akan mengalami krisis energi karena saat ini manusia lebih banyak bergantung pada sumber energi tak terbaharui seperti minyak bumi.
Mengapa Pemanfaatannya Masih Sedikit?
Ini adalah sebuah fakta yang tidak dapat dipungkiri, bahwa sampai saat ini pemanfaatan tenaga surya di Indonesia masih sangat sedikit. Misalnya saja untuk penggunaan panel surya sebagai teknologi pembangkit listrik, masih sangat jauh jika dibandingkan dengan pemanfaatan PLTU Batubara. Padahal pencemaran oleh pertambangan batubara terus meningkat dan menimbulkan semakin banyak permasalahan lingkungan.
Persoalan biaya dianggap menjadi salah satu ganjalan terbesar. Padahal berdasarkan catatan dari International Renewable Energy Agency (IRENA), didapatkan data bahwa biaya untuk penggunaan panel surya menurun hingga 26%. Bahkan angka penurunannya paling tinggi dibanding EBT lainnya seperti bioenergi 14%, energi air 12% dan energi panas bumi 1%.
Data penurunan di atas menunjukkan bahwa sebenarnya semakin mudah bagi kita untuk menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi. Meskipun ini adalah hal yang baru, tapi pemasangannya pun tidak akan menjadi masalah yang besar saat kita menggunakan Solar Panel berkualitas seperti CEE. Kita dapat memperoleh produk panel surya ternama dengan kualitas terjamin, termasuk dengan pemasangan oleh para ahli yang sudah terlatih dalam bidang ini.
Perawatan panel surya pun menjadi jauh lebih praktis, umumnya hanya perlu membutuhkan pembersihan rutin setahun sekali. Apalagi dengan adanya garansi yang mencapai 25 tahun dan pencapaian BEP dalam kurun waktu 5-10 tahun, menjadikan pemanfaatan tenaga surya bukan hanya menjadi harapan semata tapi menjadi investasi yang hampir bisa dipastikan keuntungannya pada masa mendatang.
Hubungi segera tim marketing CEE untuk mendapatkan penghematan tagihan listrik yang signifikan sejak bulan pertama pemakaian!