Negara Penguna Solar Panel Terbesar di Dunia
Posted on July 9, 2021 by caturelangenergi
Solar panel yang diharapkan untuk menjadi energi andalan masa depan, memberikan stimulus semakin banyak orang untuk mencari tahu tentangnya. Mereka akan mempertanyakan tentang efektivitas maupun efisiensinya, terutama sebagai sumber energi pembangkit listrik. Ini disebabkan karena listrik masih menjadi salah satu energi utama yang banyak manusia manfaatkan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau yang lebih sering dikenal dengan PLTS, bahkan masuk target pemerintah untuk mencapai persentase energi terbarukan 48% pada tahun 2030. Sebagai salah satu wujud penerapan dari dukungan Indonesia terhadap Paris Agreement yang dihadiri 195 negara tahun 2015. Tonggak baru dari misi negara-negara beralih menuju energi baru terbarukan dan mengatasi permasalahan perubahan iklim serta global warming.
Misi tersebut sudah terlihat dari berbagai negara dengan program dukungan agar semakin banyak pemanfaatan energi terbarukan. Terutama dari negara-negara yang tercatat sebagai pengguna solar panel terbesar di dunia berikut ini!
China (205 GW)
Salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia ini juga mencatat total penggunaan tenaga surya terbesar, berdasarkan laporan IEA’s Renewables 2020. Hal ini sangat didukung oleh pemerintah, terlihat dari subsidi yang diberikan untuk kebutuhan di sektor ini hingga akhir tahun 2010.
Cina juga memiliki beberapa PLTS terbesar di dunia, antara lain:
- Tengger Desert Solar Park
Pembangkit yang berlokasi di Zhongwei, Ningxia China ini memiliki kapasitas sebesar 1547 MW. Hal itu yang kemudian menjadikannya disebut sebagai Great Wall of Solar atau “Tembok Besar Tenaga Surya”. Cerdasnya, mereka memanfaatkan lahan gurun gersang dengan luas 36.700 km untuk mendapatkan energi dari sinar matahari secara optimal melalui solar panel.
- Longyangxia Dam Solar Park
PLTS terbesar kedua yang juga dimiliki Cina ini justru sebaliknya, memanfaatkan dataran tinggi di Tibet. Areanya juga sangat luas, hampir sebesar wilayah Macau. PLTS ini juga selesai dibangun tahun 2015 dengan kapasitas mencapai 850 MW dan langsung terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air di Bendungan Longyangxia.
Amerika Serikat (76 GW)
Negara yang juga memiliki kekuatan ekonomi terbesar di dunia ini menjadi pengguna PLTS terbesar kedua dengan total kapasitas mencapai 76 GW. Mereka memiliki target untuk mendekarbonisasi sistem tenaga yang digunakan secara sepenuhnya di tahun 2035. Bahkan hal itu didukung dengan peraturan standar portofolio terbarukan (RPS). Aturan itu mewajibkan para pengecer energi untuk memasok listrik dari energi terbarukan seperti solar panel.
Jepang (63,2 GW)
Dengan kapasitas yang berada sedikit di bawah Amerika Serikat, Jepang menjadi negara pengguna tenaga surya terbesar ketiga di dunia. Total kapasitas tenaga surya mereka yang mencapai 63,2 GW mampu menghasilkan hingga 74,1 TWh listrik. Hal ini terutama semakin populer setelah bencana nuklir Fukushima pada tahun 2011, yang pada akhirnya mendorong mereka untuk berhenti memanfaatkan nuklir.
Diperkirakan bahwa kapasitas tenaga surya Negeri Sakura tersebut bisa meningkat drastis di angka 100 GW pada tahun 2025. Terutama jika biaya instalasi semakin rendah dan didukung dengan kebijakan pemerintah. Bukan hal yang tidak mungkin sebenarnya, karena mereka juga mampu membangun salah satu PLTS terbesar di dunia dengan 900.000 panel surya, Setouchi Kirei Mega Solar Power Plant.
Jerman (49,2 GW)
Negara berikutnya yang juga masuk ke daftar negara pengguna solar panel terbesar di dunia adalah Jerman. Dengan kapasitas 49,2 GW, mereka bisa menghasilkan listrik siap pakai mencapai 47,5 TWh. Bahkan mereka percaya diri untuk menargetkan 65% pangsa energi terbarukan dengan kapasitas 100GW pada tahun 2030. Itu artinya mereka bersiap untuk mewujudkan 2 kali lipat penggunaan PLTS dalam waktu 9 tahun!
India (38 GW)
Dengan kapasitas total mencapai 38 GW hingga tahun 2019, India bisa menghasilkan hingga 54 TWh. Banyak pihak memprediksikan bahwa penggunaan solar panel di negara ini akan terus meningkat secara signifikan. Pertama, karena permintaan energi di India juga diperkirakan akan tumbuh semakin besar dibandingkan negara lainnya. Kedua, saat ini pemerintah India sedang mengembangkan kebijakan untuk mendukung percepatan peralihan tersebut.
Seperti halnya negara lain, India juga menargetkan peningkatan kapasitas, yakni mencapai 450 GW pada tahun 2030. Angka yang sangat besar memang, namun IEA meyakini bahwa harga solar panel yang sangat kompetitif di India akan menjadi salah satu pendorong untuk target perubahan ini.
Bagaimana dengan Indonesia? Meskipun belum menjadi negara dengan penggunaan tenaga surya terbesar di dunia, Indonesia juga memiliki target peningkatan. Tentu saja target energi yang lebih bersih akan semakin realistis untuk dicapai jika pihak instansi milik negara maupun swasta bergotong royong. Instalasi PLTS bukan lagi hal rumit, terutama ketika didukung tim berpengalaman Catur Elang Energi. Dengan garansi mencapai 25 tahun, menjadikan solar panel sebagai salah satu investasi yang menjanjikan untuk jangka panjang.
Mulai perubahan besar sekarang juga dan hubungi tim marketing CEE untuk mendapatkan dukungan dari tim terbaik! (Septiani)