Blog

Manfaatkan Energi Matahari untuk Penggerak Irigasi Air yang Optimal

Posted on September 16, 2021 by caturelangenergi

Solar panel atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) semakin banyak dipertimbangkan untuk penggerak irigasi air yang optimal. Teknologi yang masih belum banyak dimanfaatkan di Indonesia ini dianggap mampu menjadi solusi untuk para petani. Khususnya bagi kalangan petani yang memiliki lahan di luar jangkauan jaringan PLN. Panel surya dipandang dapat menjadi pilihan yang lebih efektif dibandingkan dengan alternatif konvensional seperti mesin diesel atau genset.  

Kebutuhan Penggerak Irigasi Air

Pertanian yang berada di daerah dengan aliran sungai atau danau, memang lebih mudah mendapatkan pasokan pengairan setiap harinya. Berbeda halnya dengan daerah yang jauh dari area perairan, terlebih lagi daerah yang secara karakter cenderung kering. Air tanah pada akhirnya menjadi satu-satunya alternatif yang paling realistis bagi para petani di daerah tersebut. 

Persoalan tidak akan menjadi begitu rumit jika lahan tersebut dilalui oleh jaringan listrik PLN. Pompa air yang digunakan oleh para petani dapat memperoleh aliran listrik setiap harinya. Namun faktanya, cukup banyak lahan pertanian yang belum dijangkau oleh listrik PLN. Hal itu disebabkan oleh bentuk kontur tanah yang menyulitkan pembangunan infrastruktur ataupun lokasi yang terpencil. Pada akhirnya para petani dituntut mencari alternatif penyedia aliran listrik yang bersifat lebih mandiri. 

Kenapa Panel Surya Sangat Solutif?

PLTS diklaim sebagai solusi yang ideal untuk mendukung sistem irigasi pertanian. Semakin banyak penggunaannya sebagai penggerak irigasi air di negara-negara maju. Selain itu, para ahli juga sangat optimis panel surya dapat bekerja secara efektif karena:

  1. Intensitas Sinar Matahari

Pada umumnya, lahan pertanian menggunakan area yang terbuka dan mendapatkan sinar matahari secara langsung. Intensitas cahaya yang tinggi dan tidak terhalang oleh bayang-bayang gedung atau pepohonan akan mempermudah panel surya untuk menyerap energi secara optimal. Terlebih lagi untuk area pertanian di daerah tropis seperti Indonesia yang mendapatkan sinar matahari hampir sepanjang tahun.

Lahan pertanian menjadi lokasi yang ideal untuk pemasangan panel surya. Energi panas yang diserap akan optimal setiap harinya, sebagai pasokan energi listrik untuk menghidupkan pompa irigasi. 

  1. Energi yang Berputar 

Musim kemarau menjadi salah satu kekhawatiran bagi para petani terkait dengan ketersediaan air. Tumbuhan yang kekeringan membutuhkan volume air yang lebih besar, yang pada akhirnya menuntut effort yang lebih besar pula untuk mendapatkannya. Jika petani mengandalkan sistem pembangkit listrik konvensional, itu sama dengan biaya operasional yang lebih tinggi.

Masalah itu dapat lebih diminimalisir saat petani memanfaatkan panel surya sebagai penggerak irigasi air. Ketika musim kemarau, panel akan menyerap energi panas yang lebih besar untuk kemudian dikonversi menjadi energi listrik. Dengan pasokan energi yang lebih besar, sejalan dengan kebutuhan sistem irigasi untuk memompa air lebih banyak. Dengan demikian, biaya operasional tetap stabil karena kebutuhan air yang tinggi akan diimbangi dengan produksi listrik yang tinggi pula. 

  1. Dapat Berdiri Sendiri

Panel surya yang menggunakan sistem Off-Grid dapat beroperasi tanpa terhubung dengan jaringan listrik PLN. Tentu saja ini menjadi kabar yang baik untuk para petani di daerah yang terpencil. Keberadaan panel surya dapat menjadi solusi pengganti yang lebih efisien dibandingkan pembangkit portable seperti mesin diesel atau genset yang menuntut biaya untuk bahan bakar.

Manfaat Penerapan Panel Surya

Dengan berbagai keunggulan panel surya seperti yang sudah diuraikan di atas, pemanfaatan panel surya sebagai penggerak sistem irigasi akan memberikan beberapa manfaat sebagai berikut:

  1. Biaya operasional yang lebih efisien bagi para petani yang selama ini masih mengandalkan alternatif seperti mesin diesel atau genset. Penggunaan panel surya hanya menuntut biaya di awal dan perawatan (yang tergolong mudah). Berbeda dengan genset yang menuntut biaya untuk pembelian bahan bakar setiap harinya. 
  2. Lingkungan yang lebih minim polusi karena PLTS tidak menimbulkan polusi udara maupun suara. Penggunaan panel surya juga turut mengurangi emisi karbon yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama pemanasan global. Petani bukan hanya dapat menjalankan aktivitas dengan lebih nyaman, namun juga turut berkontribusi bagi kelestarian lingkungan. 
  3. Meningkatkan tingkat produksi pertanian karena ketersediaan air yang lebih terjaga di musim kemarau sekalipun.Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa kebutuhan air di musim kemarau yang lebih tinggi akan diimbangi dengan produksi energi listrik yang lebih tinggi. Dengan demikian kondisi tanaman akan lebih terjaga hingga saat panen tiba, karena peluang “gagal panen” yang diminimalisir. 

Pemanfaatan panel surya sebagai alternatif penggerak irigasi dapat menjadi solusi untuk produksi pertanian yang lebih baik. Anda pun juga dapat mewujudkannya dengan dukungan tim Catur Elang Energi yang berkompeten. Dengan sistem monitoring berbasis digital yang memudahkan para petani dalam penggunaan dan perawatan. Sebuah investasi jangka panjang yang patut dipertimbangkan untuk mengembangkan sektor pertanian di Indonesia. Hubungi tim marketing CEE untuk Anda mendapatkan support terbaik mewujudkannya! (Septiani)

Halo!

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim representatif kami untuk chat via WhatsApp





Kembali
6281288770321
x
Halo, kami siap membantu Anda!