Blog

Ancaman Krisis Energi Makin Nyata, Gunakan PLTS Mulai dari Rumah Anda!

Posted on January 27, 2022 by caturelangenergi

Masih ingatkah Anda dengan kebijakan yang melarang ekspor batu bara Indonesia untuk 34 perusahaan tambang batu bara? Dilansir dari kompas.com, larangan tersebut hanya berlangsung sekitar 2 minggu saja pada awal tahun 2022, namun semua pihak dilanda kepanikan yang luar biasa. Berbagai acara bincang-bincang di televisi pun mengangkat tema pelarangan ekspor batu bara dengan tagline besar “krisis energi listrik”, “krisis batu bara” dan sebagainya. 

Banyak pihak yang merasa senang dengan larangan tersebut karena menilai pemerintah akhirnya mampu bertindak tegas. Namun, tidak sedikit yang berbondong-bondong menolak dan berusaha keras melobi pemerintah agar membatalkan larangan tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi dengan sumber energi Indonesia? Benarkan kita sedang mengalami krisis energi listrik karena berkurangnya produksi batu bara? Meskipun hanya pemerintah yang mengetahui data pasti akan hal tersebut, namun kita semua memahami bahwa batu bara sudah pasti semakin sedikit.

Menilik Krisis Energi Listrik

Batu bara termasuk ke dalam sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Artinya, ketika batubara habis digunakan oleh manusia, maka manusia tidak dapat menuntut alam untuk memproduksinya kembali. Jika terus ditambang dalam jumlah yang besar, Indonesia akan semakin cepat mencapai kondisi habisnya cadangan batu bara. Padahal sebagian besar kebutuhan listrik Indonesia didukung oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu bara.

Sudah waktunya Indonesia beralih ke sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk mengatasi krisis energi listrik. Rencana tersebut bukan sesuatu yang mustahil karena Indonesia memiliki banyak sumber EBT yang tersedia di alam, salah satunya sinar matahari. Sayangnya sumber-sumber EBT tersebut hingga kini masih belum maksimal pemanfaatannya. 

Selain ekspor batu bara, krisis energi listrik juga dipicu oleh karena selama ini Indonesia lebih banyak menggunakan energi fosil untuk pembangkit listrik. Krisis energi listrik dapat dihambat jika kita mulai membuka alternatif pada sumber-sumber EBT yang tidak akan habis, seperti tenaga surya, tenaga air, panas bumi dan sebagainya. Wacana untuk keluar dari krisis energi sebenarnya sudah ada semenjak dulu, namun pelaksanaannya menemui cukup banyak hambatan. 

Hambatan Beralih ke EBT

  1. Kurangnya wawasan

Wawasan menjadi variabel penting untuk meyakinkan bahwa alternatif seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah solusi yang lebih baik. Selain membantu mengatasi krisis energi listrik, sekaligus membantu menjaga kelestarian lingkungan karena tidak menghasilkan polusi udara (emisi karbon). Tanpa wawasan yang tepat, PLTS tidak akan tampak menarik untuk dilakukan. 

  1. Ketakutan berlebihan bahaya PLTS di rumah 

Instalasi PLTS yang dapat menghasilkan listrik pribadi ini tidak jarang melahirkan kekhawatiran. Berbagai skenario bahaya karena aliran listrik yang salah, kebakaran dan sebagainya, membayangi para calon pemakai PLTS. Dari pada berisiko lebih baik menghindari. Padahal jika dipasang oleh orang yang ahli, kesalahan instalasi dapat diminimalisir.

  1. Biaya instalasi yang dianggap mahal 

Tidak dapat dipungkiri, bahwa biaya instalasi PLTS terbilang cukup mahal bagi sebagian orang. Khususnya jika dibandingkan dengan biaya pemasangan listrik PLN. Terlebih dengan asumsi jumlah listrik yang dihasilkan juga tidak pasti (terpengaruh oleh cuaca). Banyak yang menganggap bahwa hal tersebut tidak sebanding dengan biaya instalasinya yang mencapai puluhan juta. Sayangnya anggapan seperti itu tidak memperhatikan sisi penghematan listrik yang dihasilkan setiap bulannya. 

Solusi Beralih ke PLTS untuk rumah! 

Berbagai hambatan di atas pada akhirnya mengurangi laju peralihan sumber EBT, yang kemudian semakin mempercepat krisis energi listrik. Jangan sampai hambatan-hambatan tersebut juga membuat kita ragu untuk beralih ke PLTS. Terdapat beragam upaya antisipasi yang dapat dilakukan untuk meminimalisir atau mengatasi masalah tersebut. Salah satunya, saat ini kita dapat memperoleh produk PLTS dari perusahaan dalam negeri yang membuat harga instalasinya menjadi lebih murah.

Anda dapat memanfaatkan instalasi PLTS yang diproduksi di dalam negeri seperti panel surya Catur Elang Energi (CEE). Harganya cenderung lebih hemat karena Anda tidak perlu mengimpornya sendiri dari luar negeri. Dengan harga PLTS yang lebih terjangkau, PLTS tidak akan lagi menjadi beban, tapi justru dapat menjadi sebuah investasi jangka panjang.

Anda dapat mengambil bagian dalam upaya mencegah krisis energi listrik yang semakin parah. Terlebih lagi, pemerintah mulai serius mengusahakan peralihan sumber energi pembangkit listrik ke EBT, salah satunya melalui PLTS. Hal tersebut berpengaruh terhadap semakin mudah dan murahnya pemasangan PLTS untuk kebutuhan individu maupun instansi. Selain itu, peraturan seperti Peraturan Menteri No. 49 tahun 2018 pun terus disesuaikan dan proses perizinan menjadi lebih singkat. 

Anda membutuhkan diskusi lebih mendalam tentang pemasangan PLTS? Hubungi tim marketing CEE, kami siap untuk mendukung rencana besar Anda! (Septiani)

Halo!

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim representatif kami untuk chat via WhatsApp





Kembali
6281288770321
x
Halo, kami siap membantu Anda!