Kebutuhan Listrik Mal Meningkat Setiap Tahunnya? Imbangi dengan EBT
Posted on April 22, 2022 by caturelangenergi
Kebutuhan listrik mal meningkat setiap tahun. Bulan demi bulan, tagihan listrik yang dibebankan pada manajemen mal semakin bertambah. Tagihan yang semakin banyak ini ditengarai karena kebutuhan listrik mal meningkat tanpa terkendali. Setiap kebutuhan baru yang membutuhkan listrik direalisasikan tanpa menghitung beban listrik keseluruhan setiap bulannya. Sebagai contoh jumlah terminal listrik, saklar listrik dan berbagai jenis lighting dan berbagai upaya lainnya untuk mempercantik mal, terus dilakukan.
Selain itu, bagaimana struktur bangunan dan instalasi listrik yang dipasang juga berkontribusi menyebabkan kebutuhan listrik mal meningkat. Bangunan mal yang dibangun tanpa jendela meniadakan sumber penerangan alami dari matahari. Hal tersebut mengakibatkan penerangan mal harus terus menyala selama jam operasional, rata-rata lebih dari 12 jam setiap harinya.
Sistem ventilasi udara dan struktur bangunan juga mengakibatkan kebutuhan listrik mal meningkat karena adanya kebutuhan pendingin ruangan. Struktur mal yang memiliki banyak ruangan namun minim ventilasi, menuntut pendingin ruangan yang lebih banyak agar tetap nyaman bagi orang-orang di dalamnya. Semakin banyak peralatan listrik yang digunakan, kebutuhan listriknya juga semakin tinggi.
Dengan berbagai kondisi dan kebutuhan mal di atas, menyebabkan ribuan KwH dikonsumsi setiap bulannya untuk menyalakan berbagai alat elektronik. Maka tidak heran bila manajemen mal harus membayar hingga puluhan juta per bulan hanya untuk tagihan listrik.
Dampak Kebutuhan Listrik Mal Meningkat
Berikut ini adalah beberapa dampak dari peningkatan penggunaan listrik di mal:
1. Peningkatan Biaya Operasional
Manajemen mal tentu harus membayar tagihan listrik yang lebih besar seiring dengan peningkatan penggunaan listrik. Dari mana sumber dananya? Sebagian besar mal memutar arus kasnya dengan membebankan biaya operasional kepada para pemilik toko. Tagihan tersebut akan semakin besar seiring dengan pemakaian listrik yang meningkat. Apa dampaknya? Pemilik usaha terpaksa menaikkan harga jual produk mereka kepada pelanggan. Produk-produk yang dijual pada akhirnya menjadi semakin mahal. Jika pelanggan semakin merasa keberatan akan hal tersebut, bukan tidak mungkin mal menjadi semakin sepi.
2. Peningkatan Penggunaan Batubara
Dampak berikutnya dari kebutuhan listrik mal meningkat ini adalah eksploitasi sumber energi pembangkit listriknya. PLN sebagai pemasok utama energi listrik untuk mal harus mencari lebih banyak sumber energi. Sedangkan, saat ini energi utama pembangkit listrik tanah air adalah batubara, maka semakin banyak batu bara yang harus ditambang. Kenaikan laju eksploitasi yang tidak diiringi dengan upaya pembaruan energi di alam, dapat menyebabkan ketidakseimbangan yang berujung pada kerusakan alam. Khususnya terlihat dari peningkatan pencemaran pada tanah, air dan udara.
3. Produksi gas emisi rumah kaca meningkat
Proses pembangkitan listrik dengan sumber energi panas uap batubara menghasilkan gas buang yang dilepas ke udara. Berbagai kandungan gas yang terkandung di dalamnya, akan terbang ke atmosfer dan membentuk sebuah lapisan rumah kaca yang menghalangi panas matahari. Hal tersebut yang menyebabkan bumi semakin panas, iklim semakin tidak menentu dan pada level tertentu kerusakan alam yang lebih besar dapat terjadi dan membahayakan kehidupan manusia.
Apa solusinya? Mulai beralih ke EBT!
Energi Baru Terbarukan (EBT) adalah energi yang ramah lingkungan, bebas emisi gas rumah kaca bahkan dalam proses pengambilannya juga tidak merusak alam. Energi baru terbarukan dapat menjadi solusi kebutuhan listrik mal meningkat karena dapat memenuhi kebutuhan tersebut tanpa menambah tagihan listrik PLN. Justru sebaliknya, hal tersebut dapat mengurangi penggunaan listrik PLN.
Salah satu energi baru terbarukan yang dapat menjadi solusi bagi masalah tersebut adalah menggunakan alternatif sumber listrik yang lebih ramah lingkungan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Mal dapat membangun instalasi panel surya pada atap atau lahan parkir, yang tidak terhalang bayangan sehingga dapat menyerap panas matahari secara maksimal. Selanjutnya, listrik yang dihasilkan dapat disalurkan dan digunakan langsung selama mal beroperasi. Melalui strategi ini, kebutuhan listrik mal dapat terpenuhi, namun tagihan listrik PLN justru berkurang.
Dengan mulai memanfaatkan PLTS sebagai sumber listrik baru, secara tidak langsung pihak manajemen mal ikut serta menjaga kelestarian bumi dengan mengurangi produksi gas emisi rumah kaca. Selain tentu saja, pihak manajemen dapat menghemat pengeluaran listrik atau biaya operasional secara signifikan. Pihak manajemen mal dapat merealisasikan hal ini dengan dukungan tim profesional seperti Catur Elang Energi. Dukungan tim CEE yang berkompeten dalam hal ini akan membantu Anda mewujudkan instalasi PLTS yang efektif.
Hubungi tim marketing CEE untuk berkonsultasi lebih lanjut tentang pemasangan PLTS! (Septiani)