Blog

Manfaat PLTS di sektor Perkebunan dan Pertanian 

Posted on July 8, 2022 by caturelangenergi

Tidak hanya menyokong kebutuhan energi listrik di sektor industri dan rumah tangga saja, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) juga mulai merambah sektor lain seperti perkebunan. PLTS di sektor perkebunan semakin diakui dan banyak dimanfaatkan di berbagai daerah di Indonesia. Manfaat dari PLTS di sektor perkebunan mulai disadari khususnya oleh para pemilik dan pengelola lahan perkebunan. 

PLTS di sektor perkebunan menjadi solusi masalah keterbatasan energi listrik untuk kegiatan operasional pada lahan perkebunan dan pertanian yang relatif luas. Terlebih mayoritas lahan perkebunan dan pertanian berada di daerah pelosok yang masih sulit dijangkau oleh instalasi listrik PLN. Kehadiran PLTS menjadi alternatif yang lebih menarik dibandingkan dengan alternatif konvensional seperti mesin diesel. 

Selama ini, banyak pengelola perkebunan dan pertanian yang membangkitkan listrik dengan mesin diesel untuk menggerakkan pompa-pompa irigasi. Padahal mesin diesel memiliki banyak kekurangan, baik dari segi biaya operasional yang relatif mahal hingga pencemaran lingkungan oleh polusi udara dan suara. Energi listrik yang dihasilkan mesin diesel pun terbatas, sehingga kinerja pengairan pun tidak maksimal. Itulah sebabnya, para pengelola area perkebunan dan pertanian mulai beralih ke PLTS untuk memasok listrik bagi pompa irigasi. Di bawah ini kami paparkan lebih banyak tentang berbagai manfaat dari penggunaan PLTS di sektor perkebunan dan pertanian.

Menggantikan sistem tadah hujan 

Area pertanian dan perkebunan di Indonesia mayoritas masih mengandalkan sistem tadah hujan. Sistem ini sangat bergantung pada curah hujan yang turun yang mengairi sawah. Ketika kemarau datang dan tidak tersedia cukup air, aktivitas pertanian dan perkebunan banyak yang dikurangi atau bahkan berhenti. Meskipun dapat memanfaatkan pompa air, tetapi energi listrik yang dihasilkan oleh mesin diesel kurang memadai. Terlebih dengan semakin jauh dan terbatasnya jumlah air, listrik yang dibutuhkan semakin besar. Hal tersebut berdampak pada biaya operasional yang semakin mahal. 

Hadirnya PLTS di sektor perkebunan dapat memecahkan masalah tersebut. Listrik yang dihasilkan oleh PLTS di sektor perkebunan dapat diatur sesuai kebutuhan riil di lapangan. Jika diperlukan kapasitas yang besar, maka panel yang dipasang lebih banyak. Keunggulannya, PLTS tidak membutuhkan bahan bakar solar seperti halnya mesin diesel, sehingga biaya operasional relatif lebih rendah. Dengan tenaga listrik yang stabil dan cukup dari PLTS, pompa air irigasi akan bekerja lebih optimal untuk mengairi lahan saat tidak ada hujan. 

Solusi untuk pertanian dan perkebunan hidroponik

Pada perkebunan hidroponik, sumber mineral dan zat hara bersumber dari air, bukan tanah. Ketersediaan air yang cukup dengan kandungan mineral yang tepat menjadi kunci kesuburan tanaman dan keberhasilan panen. Jika air tidak tersedia dalam jumlah yang cukup, perkebunan terancam gagal panen. Untuk memenuhi hal tersebut, diperlukan pompa air yang dapat diatur pasokan airnya, sedangkan hal tersebut mensyaratkan tersedianya listrik yang stabil. Itulah sebabnya, PLTS di sektor perkebunan hidroponik sangat dibutuhkan untuk menjamin suplai listrik yang stabil dan cukup setiap saat. 

Sumber listrik daerah yang tidak terjangkau PLN 

Kebutuhan energi pada area perkebunan yang berada di daerah pelosok dapat dipenuhi dengan PLTS di sektor perkebunan. Daerah-daerah pelosok seringkali tidak terjangkau oleh jaringan PLN. Kalaupun ada, suplai listriknya tidak stabil dan sering mengalami pemadaman, padahal aktivitas operasional perkebunan membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah yang besar. 

PLTS dapat dibangun di tengah perkebunan tanpa bergantung pada jaringan PLN dengan sistem off grid. Energi listrik yang dihasilkan dapat langsung disalurkan ke pompa-pompa irigasi dan lampu penerangan perkebunan. Jika produksinya lebih besar dari yang digunakan, energi sisa dapat disimpan ke dalam baterai dan dapat digunakan saat malam hari. Dengan sistem ini, perkebunan dapat memperoleh pasokan listrik yang lebih stabil pada saat siang dan malam hari, meskipun berada di daerah pelosok. 

Tanpa polusi suara dan udara

Satu lagi manfaat PLTS di sektor perkebunan adalah ketiadaan polusi yang dihasilkan dari proses pembangkitan listrik oleh PLTS. Dibandingkan dengan mesin diesel yang sangat berisik dan menghasilkan asap di udara, PLTS beroperasi tanpa menghasilkan suara dan asap sedikitpun. Hal itu menjadikan lingkungan perkebunan dan pertanian lebih nyaman untuk beraktivitas, serta tidak mengganggu pemukiman warga di sekitar.  

Dapat menjadi investasi jangka panjang

PLTS tidak membutuhkan bahan bakar untuk beroperasi seperti halnya mesin diesel yang membutuhkan solar. Sumber energi panas matahari yang dimanfaatkan sepenuhnya dapat diperoleh gratis setiap harinya. Itulah sebabnya, menggunakan PLTS jauh lebih hemat dari sisi biaya operasional karena tidak menuntut bahan bakar solar setiap harinya. Padahal, secara umum masa pakai PLTS dapat mencapai hingga 20-25 tahun. Dapat dibayangkan berapa besar nilai penghematan biaya operasional untuk pengadaan listrik yang akan diperoleh perusahaan dalam beberapa tahun mendatang. 

Investasi akan semakin besar jika perkebunan memanfaatkan PLTS yang disertai dengan garansi seperti panel surya Catur Elang Energi (CEE). Selain memiliki kualitas yang tinggi, panel surya CEE lebih terjamin untuk digunakan dalam jangka panjang karena disertai garansi hingga 25 tahun. Dalam proses pemasangannya pun, didukung oleh tim yang berkompeten sehingga perusahaan Anda dapat memperoleh instalasi yang efektif. 

Tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang produk dan layanan CEE? Hubungi tim marketing CEE untuk informasi selengkapnya! (Septiani)

Halo!

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim representatif kami untuk chat via WhatsApp





Kembali
6281288770321
x
Halo, kami siap membantu Anda!