Penerapan Teknologi Hijau, dapat Dimulai dari Skala Kecil!
Posted on October 27, 2022 by caturelangenergi
Isu pemanasan global dan kerusakan lingkungan semakin banyak diberitakan dari berbagai media. Isu ini diiringi dengan banyaknya bencana alam maupun kondisi cuaca ekstrim yang semakin sering terjadi, yang semakin menegaskan bahwa alam tidak baik-baik saja. Kondisi ini mendorong masyarakat mulai mencari cara-cara yang dapat diupayakan untuk menghentikan kerusakan lingkungan yang semakin parah. Salah satunya dengan menerapkan teknologi hijau.
Apa itu teknologi hijau?
Teknologi hijau juga sering disebut teknologi ramah lingkungan karena karakternya yang bebas polusi. Teknologi hijau mampu mengurangi produksi polusi yang dilepas ke lingkungan, bahkan nyaris tidak membuang polusi sama sekali. Mengapa dinamakan hijau? Ungkapan ini dihubungkan dengan alam dan ramah lingkungan yang identik dengan warna hijau.
Teknologi hijau diciptakan untuk mengurangi jumlah polusi di lingkungan akibat proses produksi industri. Zat buang yang hendak dikurangi ini diperhatikan mulai dari proses awal yaitu pengambilan bahan baku, kemudian proses produksinya hingga yang terakhir pengemasan produk tersebut. Dalam seluruh rangkaian proses ini, semuanya tidak menghasilkan polusi dan sangat ramah lingkungan. Sehingga tidak mengherankan jika teknologi hijau mendapat sambutan positif dari pelaku bisnis dan masyarakat. Terlebih ketika semakin banyak orang yang menyadari berbagai keunggulan dari teknologi hijau, termasuk bagi bisnis.
Keuntungan menerapkan teknologi hijau dalam berbisnis
Para pengusaha yang memanfaatkan teknologi hijau untuk mendukung operasional bisnisnya dapat memperoleh berbagai keuntungan berikut ini:
1. Budget produksi jadi lebih murah
Teknologi hijau mendorong pemilihan bahan baku seefisien mungkin dengan limbah buangan seminimal mungkin. Bahkan jika memungkinkan, bahan baku yang diambil, dipilih yang paling dekat jaraknya, paling bagus kualitasnya, bagus pula jenis bahannya sehingga ketika diolah tidak menghasilkan terlalu banyak limbah. Pada intinya, perusahaan berusaha keras agar limbah berkurang pada semua tahapan produksi. Limbah-limbah yang muncul pun umumnya diupayakan untuk diolah sendiri oleh perusahaan agar dapat digunakan kembali. Semua upaya penghematan dan pengolahan kembali tentu saja menghemat pengeluaran perusahaan dan pada akhirnya berdampak pada budget produksi yang lebih murah.
2. Menjadi perusahaan hijau
Perusahaan dengan label perusahaan hijau mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat. Bahkan beberapa perusahaan menjadikannya sebagai salah satu positioning dalam pemasaran yang membuatnya lebih unggul dibandingkan kompetitor. Terlebih bagi target pasar yang memiliki kesadaran tinggi akan kelestarian lingkungan.
3. Membangun citra positif di masyarakat
Di tengah kerusakan lingkungan yang semakin parah, perusahaan dengan visi yang jelas dan upaya nyata untuk mengurangi kerusakan lingkungan akan terlihat menonjol. Bagi masyarakat umum, hal tersebut dipandang sangat baik dan pada akhirnya semakin mengangkat citra positif perusahaan di mata mereka.
Teknologi hijau pada usaha skala kecil
Tidak harus dari perusahaan besar dengan omset miliaran maupun triliunan. Upaya untuk menerapkan teknologi hijau pun dapat dilakukan oleh usaha skala kecil seperti berikut ini:
1. Industri tahu dan tempe
Teknologi hijau dapat diterapkan dalam proses pembuatan tahu dan tempe yang notabenenya dilakukan produksi skala kecil. Mulai dari proses pembuatannya dapat digunakan mesin-mesin pengolahan yang lebih ramah lingkungan. Limbah kedelai sisa pengolahan tahu atau ampas tahu dapat dimanfaatkan untuk diproduksi kembali jadi produk bahan makanan lain yang dapat dijual. Saat pengemasan juga dapat memilih cara dan bahan yang lebih ramah lingkungan. Misalnya mengganti plastik sebagai pembungkus menjadi daun pisang atau kertas yang lebih mudah terurai oleh tanah.
2. Industri kerupuk
Mirip seperti industri tahu tempe yang berskala kecil dan rumahan, produksi kerupuk biasanya dilakukan oleh bisnis UMKM yang menggunakan mesin-mesin dengan harga terjangkau. Mesin-mesin ini dapat diganti dengan mesin yang tidak berisik, tidak menghasilkan uap pembuangan terlalu banyak, atau mesin yang lebih hemat energi. Teknologi hijau dapat diterapkan dalam banyak aspek dari industri ini.
3. Kelompok usaha penjahit
Bisnis tekstil adalah satu bidang industri yang menjadi fokus pemerintah dalam langkah membumikan teknologi hijau. Disadari bahwa industri tekstil menghasilkan banyak limbah kain percah, benang dan aksesoris lainnya. Selain itu, mesin-mesin jahit yang digunakan juga banyak. Angka limbah yang dihasilkan oleh industri ini cukup besar.
Teknologi hijau sangat cocok untuk merombak teknologi industri tekstil. Mulai dari peremajaan mesin-mesin menjadi hemat energi dan tidak menghasilkan polusi, hingga memanfaatkan kembali limbah kain perca untuk membuat produk yang menarik. Dengan demikian, angka buangan atau limbah dapat dikurangi secara signifikan.
Penerapan teknologi hijau juga dapat diupayakan dari sisi energi. Misalnya, dengan menggunakan sumber energi yang ramah lingkungan seperti panel surya. Meskipun masih jarang, namun hal tersebut bukan sesuatu yang sulit untuk diterapkan saat ini. Perusahaan dapat memanfaatkan dukungan vendor profesional seperti Catur Elang Energi (CEE) yang telah berpengalaman dalam instalasi panel surya. Selain menyediakan produk panel surya berkualitas dan bergaransi, CEE juga didukung oleh tim yang berkompeten dalam pemasangan panel surya. Tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang panel surya? Hubungi tim marketing CEE untuk informasi selengkapnya! (Pradana)