Blog

Prinsip ‘Penghematan Energi’ dalam Teknologi Hijau

Posted on November 3, 2022 by caturelangenergi

Untuk mewujudkan industri hijau yang menerapkan teknologi hijau, banyak cara yang dapat diusahakan oleh perusahaan. Menjadi industri hijau artinya perusahaan telah menjamin bahwa seluruh proses produksi dalam perusahaan ramah lingkungan. Dimulai dari pemilihan dan pengambilan bahan baku, mesin produksi, proses produksi, penanganan limbah hingga penghematan energi, idealnya harus menjunjung prinsip ramah lingkungan. Melalui artikel ini, kami membahas secara khusus beberapa prinsip ‘penghematan energi’ dalam teknologi hijau. 

Refine 

Prinsip yang pertama untuk penghematan energi yaitu mengganti bahan-bahan yang digunakan biasanya dengan bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan. Bahan-bahan ini dapat berupa bahan baku produksi, infrastruktur yang digunakan atau peralatan apapun yang membutuhkan bahan bakar. Perusahaan yang bertekad menerapkan teknologi hijau harus memulai penghematan energi dengan mengganti semua bahan baku dan infrastruktur produksinya dengan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. 

Mesin produksi yang sebelumnya menggunakan bahan bakar konvensional, dapat diganti dengan mesin produksi bertenaga listrik, dan perusahaan berusaha menghasilkan listrik secara mandiri dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Dengan menggunakan energi yang lebih efisien secara biaya dan lebih ramah terhadap lingkungan, perusahaan telah melakukan refine sebagai prinsip penghematan energi. 

Reduce 

Prinsip dari reduce adalah mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan selama produksi. Mengurangi limbah masuk dalam upaya penghematan energi karena semakin sedikit limbah yang dibuang, semakin sedikit pula energi yang diperlukan untuk mengolahnya. Semakin sedikit limbah yang dibuang juga berkorelasi dengan bahan baku yang dimanfaatkan secara optimal. Prinsip reduce sangat berguna bagi perusahaan yang menghasilkan banyak sekali limbah yang telah membebani keuangan perusahaan selama ini. 

Reuse

Penghematan energi juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai. Prinsip ini meyakini bahwa barang-barang yang sudah pernah digunakan sebelumnya, masih memiliki nilai guna dan dapat dimanfaatkan lagi. Penghematan energi dapat dimulai dari hal yang paling sederhana seperti menggunakan kembali barang-barang bekas atau sisa produksi agar menghemat anggaran untuk pengadaan barang baru. 

Pada perusahaan besar, penghematan energi dengan prinsip reuse ini dapat diterapkan dengan menggunakan kembali kertas bekas untuk mencetak dokumen. Kertas yang sudah tidak digunakan dan satu sisinya masih bersih, digunakan kembali untuk mencetak dokumen untuk keperluan internal perusahaan. Contoh lain dari penerapan reuse ini adalah menggunakan kardus-kardus bekas sebagai alas lantai yang basah atau kebutuhan pengemasan untuk kalangan internal. Kedua contoh tersebut dapat menghemat anggaran karena secara otomatis mengurangi penggunaan anggaran untuk membeli kertas atau kardus baru. 

Recycle 

Penghematan energi tidak hanya dilakukan dengan menggunakan kembali barang bekas, tetapi juga dapat dilakukan dengan mengolah barang bekas menjadi barang lainnya sehingga fungsinya tetap dapat dimanfaatkan. Barang ini tidak berubah bentuk dari aslinya, namun mengalami perbaikan dan pengolahan kembali sehingga barang dapat digunakan sebaik dalam kondisi barunya. 

Praktik recycle sebagai bagian dari penghematan energi ini banyak diterapkan dalam perusahaan besar, terutama di bidang industri produksi. Contohnya, mengubah ember-ember plastik yang tidak terpakai menjadi pot tanaman, mengubah ban bekas ukuran besar menjadi tempat sampah, mendekorasi ulang botol-botol kaca bekas menjadi lampu pijar yang indah dan bermanfaat. 

Recovery 

Berbeda dengan recycle yang mengubah barang-barang bekas menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan kembali, recovery berarti mengolah limbah agar dapat bermanfaat untuk sesuatu yang lain. Ini merupakan prinsip penghematan energi yang banyak diterapkan pada perusahaan berbasis teknologi hijau. 

Contoh dari penerapan prinsip recovery adalah pengolahan air limbah perusahaan (yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya). Air limbah dikumpulkan dalam satu wadah untuk kemudian diolah dengan sistem penyulingan dan penyaringan berkali-kali agar menjadi air bersih kembali. Air hasil olahan ini dapat digunakan untuk keperluan menyiram taman dan kebun perusahaan. 

Perusahaan tidak harus menerapkan kelima prinsip di atas untuk mewujudkan penghematan energi. Hal ini dapat dimulai dari salah satu prinsip terlebih dahulu, misalnya prinsip refine. Perusahaan dapat memanfaatkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan untuk mendapatkan pasokan listrik dari PLTS. 

Meskipun penggunaan PLTS masih relatif jarang, namun Anda tidak perlu memusingkan hal tersebut. Perusahaan Anda dapat mengandalkan tim yang berkompeten dan profesional seperti Catur Elang Energi (CEE) untuk menanganinya. Selain menyediakan panel surya ramah lingkungan, CEE juga menyediakan layanan pemasangan, lengkap dengan dukungan penuh untuk pengurusan perizinan dan pemeliharaan. 

Anda tertarik untuk berdiskusi lebih lanjut tentang produk dan layanan kami? Hubungi tim marketing CEE untuk menjelaskannya selengkapnya kepada Anda! (Pradana)

Halo!

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim representatif kami untuk chat via WhatsApp





Kembali
6281288770321
x
Halo, kami siap membantu Anda!