Ekonomi Sirkular dan Dampak Positifnya pada Bumi
Posted on November 24, 2022 by caturelangenergi
Selama ini kita menerapkan ekonomi linier yang prinsipnya adalah produksi barang, konsumsi barang kemudian dibuang. Konsep ekonomi linier ini membuat usia pakai barang menjadi pendek sebab sekali pakai langsung dibuang dan menyebabkan pemborosan konsumsi. Pemborosan itu terjadi karena masyarakat masih memiliki pola pikir mereka harus selalu mengonsumsi barang baru dan masa pakai barang tersebut pendek, sehingga keinginan untuk terus membeli yang baru dan segera membuang yang lama sangat tinggi.
Pola konsumsi ekonomi linier ini menyebabkan pemborosan bahan baku produksi dan meningkatkan pembuangan limbah akibat produksi. Selain itu, hal ini juga turut berkontribusi terhadap kerusakan alam. Itulah sebabnya, dicetuskan konsep ekonomi sirkular sebagai solusi untuk memerangi pemborosan dan menjaga kelestarian alam. Apa itu ekonomi sirkular?
Pengertian Ekonomi Sirkular
Ekonomi sirkular adalah konsep yang bertujuan untuk memperpanjang usia pakai sebuah barang sehingga tidak akan memunculkan pola pikir sekali pakai langsung buang dan membeli yang baru. Ekonomi sirkular bertujuan untuk memerangi pola konsumsi yang boros sekaligus meminimalisir kerusakan alam. Apabila ekonomi linier memiliki konsep lurus produksi-konsumsi-buang, maka ekonomi sirkular mengubahnya menjadi produksi-konsumsi-reparasi atau recycle-konsumsi kembali.
Dalam prosesnya, ekonomi sirkular menciptakan banyak penghematan dan memperpanjang usia pakai barang dengan mempertahankan kualitas nilainya selama mungkin. Penghematan dapat terjadi semenjak proses produksi, konsumsi hingga pembuangan limbah. Konsep ekonomi ini digadang-gadang menjadi solusi untuk pola konsumsi masyarakat yang dipandang tidak sehat karena dapat menyebabkan kerusakan lingkungan.
Eksploitasi alam besar-besaran akan terus dilakukan untuk memenuhi permintaan bahan baku yang tinggi demi memenuhi kebutuhan konsumsi yang sangat tinggi. Eksploitasi yang tidak terkendali dapat mempercepat kerusakan lingkungan dan mendatangkan bencana alam. Kemudian proses produksi yang berlebihan dan tidak memperhatikan keseimbangan alam, ikut berkontribusi meningkatkan gas emisi karbon yang dibuang ke udara dan limbah yang mencemari tanah dan air. Semua ancaman kerusakan alam karena pola konsumsi berlebihan ini dapat dicegah dan dikurangi dengan menerapkan ekonomi sirkular.
Manfaat penerapan ekonomi sirkular untuk Bumi dan umat manusia
Beberapa manfaat ekonomi sirkular berikut ini yang menjadi alasan konsepnya sangat penting untuk diterapkan:
1. Ikut mengendalikan kenaikan suhu bumi agar tidak melebihi target
Salah satu upaya untuk memperlambat pemanasan global adalah mengendalikan kenaikan suhu bumi maksimal 1,5 derajat celcius pada 2030. Untuk mencapainya, seluruh negara di dunia harus bekerja sama mengurangi gas emisi karbon yang dihasilkan sebanyak 55-60% dan sisanya dapat diusahakan dengan menerapkan ekonomi sirkular.
2. Mengurangi gas emisi karbon dioksida
Gas emisi karbon dihasilkan dari proses produksi industri yang berupa limbah gas. Konsep ekonomi sirkular dapat menjadi metode untuk mengurangi gas emisi karbon melalui prinsip recycle dan reuse. Barang-barang yang masih layak pakai, dipakai kembali sehingga tidak selalu membutuhkan barang baru. Permintaan produksi barang akan berkurang sehingga gas emisi karbon yang dihasilkan juga dapat dikurangi.
3. Menghemat konsumsi air
Ketika masyarakat sadar untuk kembali menggunakan barang-barang yang masih layak pakai dan tidak boros konsumsi, secara tidak langsung konsumsi terhadap air bersih juga dapat dikurangi. Dari tahun ke tahun, ketersediaan air bersih terus menurun baik dari segi kualitas dan kuantitasnya. Salah satu sebabnya adalah eksploitasi alam berlebih demi memenuhi permintaan konsumsi manusia. Akibatnya alam jadi rusak dan tidak mampu menghasilkan sumber air bersih lagi. Air bersih menjadi tercemar.
Menerapkan ekonomi sirkular secara tidak langsung mendorong manusia untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga kelestarian alam dengan mengendalikan pola konsumsi dan produksi. Apabila eksploitasi dan produksi berlebihan dapat dikendalikan, kita dapat menghemat konsumsi air sekaligus menjaga ketersediaan sumber air bersih.
4. Mengurangi limbah akibat produksi
Pada konsep ekonomi linier, semakin tinggi produksinya maka semakin tinggi pula limbah yang dibuang. Limbah berasal dari sisa produksi dan juga sisa konsumsi. Ekonomi sirkular berusaha menghentikan ini dengan mengubah pola pikir terhadap bagaimana memproduksi dan mengonsumsi barang. Semua prosesnya dari hulu sampai ke hilir diubah. Apabila ekonomi sirkular ini berhasil dan menjadi budaya baru di masyarakat, kita dapat mengurangi limbah.
Mewujudkan sistem ekonomi yang lebih minim limbah dapat diwujudkan salah satunya dengan menggunakan alternatif energi yang lebih bersih seperti panel surya. Anda dapat memanfaatkan dukungan tim profesional seperti Catur Elang Energi (CEE), untuk membantu proses pemasangannya. Selain didukung oleh tim yang berkompeten, CEE juga menyediakan produk panel surya berkualitas yang dilengkapi dengan garansi hingga 25 tahun.
Tertarik untuk mengetahui layanan CEE yang lainnya? Hubungi tim marketing CEE untuk informasi selengkapnya! (Pradana)