Blog

8 Langkah Masif Menuju Net Zero Emission

Posted on December 1, 2022 by caturelangenergi

Untuk mewujudkan net zero emission, tidak dapat dilakukan oleh satu dua negara saja, melainkan harus melibatkan banyak negara di dunia. Net zero emission merupakan kepentingan bersama negara-negara di dunia untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mencegah ancaman bencana yang lebih besar di masa depan. Semua negara harus bergerak bersama-sama dengan kesatuan tujuan yang sama sehingga langkah-langkah yang akan diambil guna mencapai net zero emission dapat dilakukan secara efektif. 

Dalam Paris Agreement, negara-negara di dunia menyepakati untuk mewujudkan net zero emission pada 2030 mendatang. Untuk mencapainya terdapat beberapa langkah masif yang perlu dilakukan dengan penuh komitmen oleh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Langkah-langkah ini akan saling mempengaruhi dan mendukung tercapainya net zero emission di dunia. Di Indonesia, pemerintah berkomitmen mewujudkan net zero emission secepatnya. 

Di bawah ini adalah delapan langkah masif yang dilakukan untuk mencapai target net zero emission.

1. Menambah kapasitas produksi listrik dari energi baru terbarukan 

Net zero emission dapat dicapai dengan mengubah bahan bakar fosil pembangkit listrik dengan energi baru terbarukan yang tidak menghasilkan gas emisi karbon. Energi baru terbarukan diantaranya seperti panas matahari, angin dan air. Kita dapat membangkitkan listrik dengan energi gerak yang dihasilkan angin dan air, atau menyerap panas matahari menggunakan panel surya. 

Saat ini pembangkit listrik dari energi baru terbarukan sudah dikembangkan namun jumlahnya masih sedikit. Oleh sebab itu, kapasitas pembangkit listrik energi baru terbarukan ini harus ditambah lagi sehingga dapat menggantikan listrik berbahan bakar fosil. 

2. Menghemat penggunaan listrik

Proses pembakaran batu bara sebagai bahan bakar fosil menjadi penyumbang gas emisi karbon yang sangat besar. Terlebih pembakaran tersebut dilakukan dalam jumlah yang sangat banyak dan terus menerus untuk menghasilkan panas dan membangkitkan listrik. Ketika permintaan listrik meningkat, otomatis pembakaran batu bara jadi lebih banyak dan gas emisi yang dihasilkan juga bertambah. 

Untuk mewujudkan net zero emission, kita perlu mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, salah satu caranya dengan menghemat penggunaan listrik sehingga permintaan produksi tidak meningkat. 

3. Mengelola kapasitas gas alam 

Gas alam dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar namun penggunaannya harus diolah dengan manajemen yang baik dan memperhatikan lingkungan. Pembangunan instalasi hingga pendistribusian ke pelanggan harus diawasi dengan baik. Gas alam dapat menjadi sumber energi baru terbarukan yang menggantikan bahan bakar fosil. 

4. Meningkatkan penggunaan kendaraan listrik 

Selain dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil untuk menghasilkan listrik, gas emisi karbon juga dihasilkan oleh pembakaran BBM kendaraan bermotor. Jumlah gas emisi yang dihasilkan cukup besar. Oleh sebab itu, pemerintah perlu menggenjot dan mendorong masyarakat untuk berpindah ke kendaraan listrik sehingga gas emisi karbon dari kendaraan dapat dikurangi. 

5. Berbagi pompa pemanas bangunan untuk menghemat listrik

Dengan berbagi mesin pompa, kita dapat menghemat penggunaan listrik, ruang mesin hingga mengurangi gas emisi karbon yang dibuang. 

6. Melakukan riset dan pengembangan untuk mengelola gas emisi karbon 

Selain mengurangi jumlah produksi gas emisi, pemerintah juga perlu melakukan cara-cara untuk menyerap gas emisi karbon di udara agar jumlahnya tidak berlebihan. Saat ini sudah ada beberapa metode yang sedang dikembangkan, salah satunya metode carbon capture. 

7. Mengembangkan teknologi hidrogen untuk menurunkan emisi dari pembangkit bahan bakar fosil

Di Indonesia, saat ini PLN sedang mengembangkan teknologi baru demi mewujudkan net zero emission pada 2030 sesuai target pemerintah. Salah satu teknologi untuk menurunkan gas emisi karbon adalah dengan penggunaan hidrogen. Metode ini diyakini mampu menyerang gas emisi karbon dan mengurangi jumlah yang dilepaskan ke udara dalam jumlah yang banyak. 

8. Menggunakan pembangkit listrik ramah lingkungan

Saat ini penggunaan pembangkit listrik yang lebih ramah lingkungan seperti panel surya semakin masif, baik di kalangan rumah tangga maupun industri. Selain memberikan keuntungan berupa penghematan biaya listrik, penggunaan panel surya juga dapat membantu mengurangi emisi karbon karena bekerja tanpa menghasilkan asap. 

Itulah sebabnya, pemerintah juga semakin memudahkan regulasi terkait pemasangan panel surya. Diharapkan dengan perubahan tersebut, semakin memudahkan setiap pihak yang berencana untuk beralih ke pembangkit listrik yang lebih ramah lingkungan ini. 
Bagi Anda yang tertarik untuk menggunakan pembangkit listrik ramah lingkungan, Catur Elang Energi (CEE) siap membantu. Selain menyediakan jasa pemasangan panel surya, CEE juga siap membantu kebutuhan pengurusan izin pemasangan panel. Dengan demikian, Anda tidak perlu khawatir atau bingung dalam mengurusnya. Langsung hubungi tim marketing CEE untuk informasi lebih banyak tentang layanan kami! (Pradana)

Halo!

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim representatif kami untuk chat via WhatsApp





Kembali
6281288770321
x
Halo, kami siap membantu Anda!