Lahan Bekas Tambang: Membalik Kerugian menjadi Penghematan
Posted on December 16, 2022 by caturelangenergi
Lahan bekas tambang adalah salah satu dari sejumlah Pekerjaan Rumah yang harus diselesaikan di Indonesia. Jangan sampai habis manis sepah dibuang, setelah kekayaan alam habis dikeruk lalu lahan bekas tambang ditinggalkan begitu saja. Dampaknya, kerusakan alam akibat lahan bekas tambang dapat mendatangkan bencana untuk masyarakat sekitar. Contohnya banjir bandang di musim hujan, kekeringan di musim kemarau, keracunan sumber air bersih, hilangnya keragaman fauna dan banyak lagi.
Itulah sebabnya, lahan bekas tambang tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Perusahaan penambang harus ikut bertanggung jawab untuk mengembalikan vegetasi alam yang rusak. Selain itu, pemilik lahan bekas tambang juga bertanggung jawab untuk menyembuhkan lahan bekas tambang agar dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. Misalnya, mengembalikan kualitas tanah dan kesuburannya agar dapat kembali ditanami oleh warga sekitar.
Pada beberapa daerah seperti Kalimantan, terdapat sangat banyak lahan bekas tambang. Sebagian lahan diupayakan agar kembali subur atau dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Beberapa upaya berhasil dilakukan, tapi ada pula yang gagal diperjuangkan. Itulah sebabnya, kami membahas secara khusus melalui artikel ini, tentang beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan lahan bekas tambang.
Lahan bekas tambang diubah menjadi lahan perkebunan
Lahan bekas tambang sangat luas, tetapi sebelum dibudidayakan kembali, lahan tersebut harus diolah lebih dulu. Cerukan-cerukan dan lubang serta gundukan yang tidak rata harus diratakan terlebih dulu. Kandungan tanah lahan bekas tambang diuji terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada kandungan kimia berbahaya. Setelah dipastikan kandungan tanahnya aman dan sudah diratakan kembali, tanah dipupuk agar kembali subur. Tanaman yang akan ditanam perlu dipilih yang sesuai dengan karakteristik tanahnya. Sebaiknya tanaman yang lebih mudah perawatannya, tidak membutuhkan terlalu banyak air dan kuat tumbuh di daerah yang terjal.
Membuat tempat wisata dari lahan bekas tambang
Selain dijadikan lahan perkebunan atau pertanian, lahan yang tidak rata dapat dijadikan tempat wisata baru. Dengan memanfaatkan topografi lahan yang berlembah dan berbukit-bukit, cekungan tambang yang berisi air seperti danau, semuanya dapat dibiarkan alami untuk dijadikan tempat wisata.
Dapat dibangun fasilitas di sekitarnya, diratakan atau diperbaiki jalannya baik yang menuju lokasi maupun di dalam lokasi, menanami sekitarnya dengan rumput, bunga dan pepohonan. Lebih baik lagi jika masyarakat sekitar lahan bekas tambang juga dilibatkan dalam proses pembangunan tempat wisata ini. Pengelolaannya pun dapat memberdayakan warga sekitar. Dengan demikian, lahan terbengkalai dapat kembali bermanfaat dan memberdayakan ekonomi masyarakat.
Membangun tempat pembibitan hutan di lahan bekas tambang
Beberapa lahan tambang dulunya adalah hamparan luas hutan yang menjadi paru-paru dunia. Setelah penambangan selesai, lahan seharusnya dikembalikan sebagaimana mulanya sekali pun tidak dapat benar-benar sempurna. Sebagai upaya menghijaukan kembali lahan yang rusak, kita dapat memulai dengan pembibitan tanaman-tanaman pepohonan besar di lahan tersebut. Hal ini memerlukan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari perusahaan penambang, pemerintah daerah hingga masyarakat sekitar.
Menjadikannya lahan peternakan
Lahan yang luas juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat penangkaran dan peternakan. Hewan yang diternak dipilih berdasarkan dengan kebutuhan habitatnya dan disesuaikan dengan karakter lahan. Dapat dimulai dengan hewan-hewan ternak yang cukup umum di Indonesia. Misalnya sapi, kambing, ayam dan bebek yang dapat dipanen dan dijual sebagai bahan pangan masyarakat sekitar. Lahan bekas tambang diratakan terlebih dulu dan diuji kandungan tanahnya untuk memastikan tanah benar-benar aman dari kandungan kimia bekas tambang. Masyarakat sekitar dapat berperan serta dalam usaha peternakan ini sehingga dapat memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Membangun taman panel surya dari lahan bekas tambang
Ide yang sangat produktif untuk mendayagunakan lahan bekas tambang adalah menjadikannya sebagai lahan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Di wilayah bekas tambang yang luas, gersang dan panas, justru sangat cocok untuk dijadikan sebagai lahan panel surya. Semakin luas lahan yang kosong semakin banyak panel surya yang dapat dipasang. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk menghasilkan listrik dalam jumlah besar dan ramah lingkungan.
Penggunaan panel surya akan memberikan keuntungan dari penghematan energi listrik. Masyarakat dapat mengurangi tagihan listrik PLN mereka, bahkan hingga 60% per bulannya. Hal ini akan terus berjalan selama PLTS masih dapat beroperasi dengan baik, yang umumnya mencapai antara 25-30 tahun. Dapat dibayangkan total keuntungan dari penghematan listrik yang akan diterima masyarakat dalam beberapa dekade mendatang.
Pemasangan panel surya kini pun bukan lagi menjadi hal yang rumit. Calon pengguna dapat mempercayakannya kepada Catur Elang Energi (CEE). Selain menyediakan produk panel surya berkualitas tinggi, CEE juga didukung oleh tim yang berkompeten di bidang instalasi panel surya. Tim CEE siap untuk membantu Anda mengubah lahan bekas tambang yang tandus menjadi area penghasil energi listrik yang sangat menjanjikan untuk jangka panjang. Hubungi tim marketing CEE untuk informasi selengkapnya! (Septiani)