Cara Jitu Hemat Listrik untuk UKM dan Bisnis Skala Kecil
Posted on September 29, 2022 by caturelangenergi
Nyaris bersamaan dengan inflasi yang terjadi pada pertengahan 2022 ini, tarif listrik juga naik menjadi semakin mahal. Baik inflasi merupakan sebab kenaikan listrik atau sebagai akibat dari listrik yang semakin mahal, keduanya tidak akan mengubah fakta tarif dasar listrik yang semakin tinggi dari tahun ke tahun. Dari sudut pandang bisnis, tentu saja ini akan merugikan karena menambah pengeluaran operasional dan mengurangi laba penjualan yang didapatkan. Demi mencegah hal tersebut, entitas bisnis salah satunya Usaha Kecil Menengah (UKM) perlu memulai program hemat listrik, terlebih dengan semakin mahalnya tarif dasar listrik di Indonesia.
Pentingnya melakukan hemat listrik untuk UKM
Setiap bidang bisnis UKM pasti membutuhkan listrik untuk aktivitas operasional mereka. Tingkat kebutuhan ini berbeda-beda tergantung jenis bisnis yang digeluti. Bisnis yang banyak menggunakan peralatan elektronik otomatis mengonsumsi listrik yang lebih besar dibandingkan dengan yang minim menggunakan alat elektronik. Apa artinya? Bisnis dengan kebutuhan listrik yang besar semakin membutuhkan program hemat listrik untuk bisnisnya, dibandingkan bisnis tanpa masalah listrik.
Nyatanya, tarif listrik diprediksi akan terus naik semakin tahunnya, sementara kebutuhan listrik tidak dapat digantikan oleh alternatif lainnya. Energi listrik menjadi variabel menentukan dalam kelancaran bisnis. Tarif listrik yang semakin mahal akan semakin membebani keuangan perusahaan. Apabila dibiarkan saja, pengeluaran akan membengkak.
Bisnis UKM masih membutuhkan banyak dana untuk bertahan dan mengembangkan bisnisnya. Misalnya kebutuhan promosi produk, pengaturan internal UKM, menggaji karyawan, membayar pajak dan sebagainya. Semua alokasi dana pada pos-pos ini dapat terganggu jika tidak mengupayakan program hemat listrik.
Bagaimana cara hemat listrik terbaik untuk UKM?
Hemat listrik merupakan jalan untuk mengendalikan pengeluaran listrik yang terus membengkak dan membebani keuangan perusahaan. Berikut adalah 4 cara hemat listrik yang dapat kita lakukan:
1. Mengganti peralatan elektronik dan instalasi listrik yang sudah tua
Perangkat kelistrikan yang sudah berumur, biasanya cukup boros penggunaan listriknya. Umumnya, dikarenakan teknologinya yang sudah tertinggal dan kalah dengan teknologi baru yang lebih hemat listrik, atau dapat juga karena beberapa komponennya yang sudah tidak bekerja dengan prima lagi sehingga membutuhkan lebih banyak daya listrik. Itulah sebabnya, jika ingin memulai program hemat listrik, semua perangkat tua perlu diperbarui.
2. Menerapkan jadwal on/off listrik secara disiplin untuk hemat listrik
Kadang kala sebab boros listrik adalah lupa mematikan perangkat yang sudah tidak digunakan lagi. Seperti misalnya kipas angin, AC, lampu yang seringkali tetap menyala padahal jam kerja sudah usai dan karyawan sudah pulang. Barangkali terlihat sepele, tetapi jika diakumulasi setiap hari, minggu dan bulan berjalan, pemborosan listrik akan kian membesar.
Itulah sebabnya, perlu ditegakkan aturan untuk mematikan peralatan elektronik saat sudah selesai digunakan, ditinggal keluar atau pulang. Bahkan jika perlu dapat dibuat standarisasi waktu kapan waktunya boleh dinyalakan dan harus dimatikan. Harapannya jadwal ini tidak akan mengganggu produktivitas karyawan sekaligus dapat menghemat listrik.
3. Membangun budaya hemat listrikÂ
Jadwal menyalakan dan mematikan perangkat listrik akan sulit berjalan jika belum terbangun budaya hemat listrik yang terbangun di antara karyawan. Peraturan itu hanya akan menjadi tempelan dan penerapannya berpotensi besar masih terabaikan. Oleh sebab itu, peraturan juga perlu diiringi dengan budaya hemat listrik yang kuat di lingkungan karyawan UKM.
Membangun budaya perusahaan memang bukan sesuatu yang mudah dan instan, prosesnya panjang dan cukup sulit. Akan tetapi, jika budaya berhasil dibangun, penegakkan hemat listrik akan lebih mudah dilakukan. Setiap orang memahami apa nilai penting hemat listrik, tidak hanya untuk keuangan perusahaan tapi juga bagaimana dampaknya pada masyarakat, pemerintah dan diri mereka sendiri.
4. Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang ramah lingkungan untuk hemat listrik
Pada umumnya, cara hemat listrik yang lebih banyak disarankan adalah mengurangi pemakaian listrik, padahal kita dapat menghemat listrik tanpa mengurangi pemakaian. Bagaimana caranya? Yaitu dengan menambah atau mengganti sumber pemasok listrik menjadi yang lebih murah bahkan gratis. Pembangkit listrik tenaga surya dapat menjadi jawabannya. Dengan memiliki pembangkit listrik sendiri, kita dapat menghemat pengeluaran bayar listrik ke PLN, sebab sebagian energi listrik yang digunakan telah disuplai oleh PLTS dengan sumber energi matahari yang tersedia gratis setiap harinya.
Cara penghematan melalui instalasi PLTS mungkin masih terdengar asing bagi orang Indonesia, namun sebenarnya hal itu bukan lagi sesuatu yang rumit. Pelaku UKM kini dapat memanfaatkan dukungan tim profesional seperti Catur Elang Energi (CEE) untuk menanganinya, bahkan dari sejak persiapan pemasangan. Anda dapat memperoleh layanan mulai dari pengajuan perizinan pemasangan PLTS hingga perawatan rutin pasca pemasangan. Hanya dengan menghubungi tim marketing CEE, Anda akan memperoleh solusi menyeluruh untuk pemasangan PLTS! (Septiani)