Blog

Dengan Komitmen Transisi Energi, Saatnya Kawasan Industri Gunakan PLTS

Posted on April 28, 2022 by caturelangenergi

Gagasan tentang kawasan industri gunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) semakin merebak semenjak forum G20 yang memperteguh komitmen negara-negara di dunia untuk memitigasi krisis iklim. Salah satu caranya dengan aktif menggalakkan transisi energi hijau pada berbagai negara di dunia. Dimulainya kawasan industri gunakan PLTS secara masif juga dipengaruhi oleh komitmen yang dibuat oleh pemerintah Indonesia. Seperti dilansir dari antaranews.com, menurut menteri ESDM arifin tasrif, indonesia akan mulai berfokus pada pengembangan PLTS sebesar 3,6 Gigawatt. Energi sebesar itu diharapkan mampu meningkatkan bauran energi terbarukan sebanyak 0,8 persen. 

Dengan komitmen pemerintah tersebut, transisi kawasan industri gunakan PLTS diprediksi akan semakin gencar dan besar kemungkinannya keterlibatan pemerintah dalam mendukung fasilitas dan segala kebutuhan birokrasi pun semakin besar. Kawasan industri akan menjadi wilayah terluas dengan transisi energi baru terbarukan yang paling besar cakupannya. Hal itu dikarenakan setiap satu perusahaan yang beralih menggunakan PLTS, berkontribusi pada pengurangan gas emisi karbon secara signifikan. Terlebih jika semakin banyak kawasan industri gunakan PLTS, transisi energi akan semakin cepat dan target mitigasi emisi karbon akan semakin besar peluangnya untuk tercapai. 

Peranan kawasan industri dalam mitigasi krisis iklim

Transisi energi terbarukan bertujuan untuk mencegah perubahan iklim yang semakin parah dengan mengurangi gas emisi karbon. Sumbangan terbesar yang memproduksi gas emisi karbon adalah energi fosil, yang salah satunya banyak diproduksi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara. Untuk membangkitkan energi listrik, batu bara dalam jumlah yang sangat besar dipanaskan, kemudian uap yang dihasilkan digunakan untuk menggerakkan generator yang kemudian mengubahnya menjadi energi listrik. Proses pembakaran tersebut menghasilkan polusi yang berisi muatan karbon dioksida dan gas-gas lainnya yang apabila dilepaskan ke atmosfer akan membentuk sebuah lapisan rumah kaca. Ini merupakan lapisan yang berisi gas karbon dioksida dalam jumlah banyak. 

Apabila kawasan industri gunakan PLTS untuk menggantikan sumber utama listrik PLN, produksi gas karbondioksida di udara akan berkurang karena pembakaran batubara juga berkurang. Hal tersebut disebabkan oleh berkurangnya permintaan listrik dari sektor industri sebagai konsumen listrik terbesar. Pada titik itulah, ketika kawasan industri gunakan PLTS, secara tidak langsung telah turut serta menyukseskan program transisi energi untuk mitigasi krisis iklim dunia. Bayangkan apabila semakin banyak kawasan industri gunakan PLTS di Indonesia, target bauran energi terbarukan dapat dicapai dan lingkungan dapat diselamatkan. 

Alternatif transisi energi dengan PLTS 

Dengan besarnya peran yang dibutuhkan untuk mencegah dampak perubahan iklim yang semakin parah, kini tidak ada lagi alasan untuk menunda kawasan industri gunakan PLTS untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari. PLTS dapat dipasang sesuai dengan besar kapasitas listrik yang dibutuhkan perusahaan. Kuncinya berada pada seluas apa panel surya yang dapat dipasang di lingkungan perusahaan. 

Semakin luas lahan yang tersedia, semakin banyak pula panel surya yang dapat dipasang. Namun, besar daya listrik yang dihasilkan melalui PLTS ini tetap harus disesuaikan dengan daya listrik PLN yang terpasang pada instalasi listrik perusahaan. Jumlah daya PLTS tidak boleh melebihi daya instalasi listrik gedung, agar tidak terjadi masalah kelistrikan yang membahayakan. 

Sebenarnya terdapat beberapa alternatif sumber energi terbarukan yang menjadi fokus pemerintah, yaitu energi angin, air dan panas matahari. Namun, untuk konteks industri dan kondisi iklim tropis indonesia, energi panas matahari menjadi pilihan yang paling banyak direkomendasikan. Selain itu, perangkat pembangkit listrik tenaga surya juga jauh lebih mapan dibandingkan energi angin dan air. PLTS lebih fleksibel karena panel surya dapat dibangun dimana saja asalkan mendapat sinar matahari tanpa penghalang apapun. 

Pada awal diperkenalkan, harga dan biaya pemasangan PLTS masih sangat mahal karena seluruh komponennya impor. Namun, karena permintaan yang semakin tinggi dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan, mendorong perusahaan penyedia panel surya di dalam negeri seperti Catur Elang Energi (CEE). Hal tersebut menjadikan harga investasi pemasangan PLTS menjadi lebih terjangkau dibandingkan dulu. 

Bahkan CEE juga menyediakan skema pembayaran melalui cicilan. Sebuah alternatif yang semakin meringankan bagi perusahaan untuk mewujudkan instalasi panel surya lebih cepat. Dengan demikian, semakin mudah kawasaan industri gunakan PLTS dan mewujudkan target bauran energi. Anda dapat menghubungi tim marketing CEE untuk mendiskusikan lebih banyak tentang produk panel surya CEE dan proses instalasinya. (Septiani)

Halo!

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim representatif kami untuk chat via WhatsApp





Kembali
6281288770321
x
Halo, kami siap membantu Anda!