Inilah 3 Negara yang Telah Menerapkan PLTS untuk Perkebunan
Posted on July 21, 2022 by caturelangenergi
Indonesia menjadi salah satu negara dengan perkembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) cukup masif di beberapa daerah, termasuk yang diterapkan pada sektor perkebunan. Indonesia sebagai salah satu negara dengan PLTS perkebunan telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan.
Perkebunan sawit sebagai salah satu perkebunan terluas di Indonesia, telah banyak menerapkan PLTS untuk menyokong kebutuhan listrik perkebunan. Listrik PLTS telah menghidupkan penerangan lahan sawit dengan luas berhektar-hektar, menyalakan mesin pengolahan dan memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga pekerja yang tinggal di wilayah kebun. Tidak hanya kebun sawit, perkebunan buah naga dan beberapa jenis kebun lainnya, juga mulai banyak membangun instalasi PLTS di lahan kebunnya masing-masing.
Negara dengan PLTS perkebunan seperti Indonesia ini, sangat membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan melimpah, namun seringkali terkendala tidak adanya area yang cukup luas untuk mendirikan panel surya. Terlebih dengan semakin besar kebutuhan listriknya, tuntutan lahan untuk pemasangan panel surya pun semakin luas. Tiadanya lahan yang luas dan sesuai kriteria ini, yang acap kali menyurutkan tekad untuk memulai membangun PLTS. Terlebih lagi ketika dibenturkan dengan resiko-resiko yang semakin menambah dilematis pembangunan PLTS, seperti berkurangnya lahan untuk menanam, resiko korsleting listrik, dan manfaat yang didapat ternyata tidak sebesar yang dibayangkan.
Agar ketakutan terhadap risiko panel surya tidak bertambah besar, mari kita luaskan sudut pandang dengan menelaah negara dengan PLTS perkebunan selain Indonesia. Negara dengan PLTS perkebunan yang sudah sukses dengan memiliki belasan hektar lahan yang dibangun panel surya di atasnya, seperti China, Amerika dan Jepang. Tiga negara dengan PLTS perkebunan ini berhasil memenuhi hampir 80% kebutuhan energi listrik negara dalam setahun dan ditargetkan akan terus meningkat. Mereka membangun instalasi panel suryanya pada tanah lapang yang masih digunakan untuk lahan perkebunan aktif atau lereng-lereng gunung yang gundul.
AMERIKA
Amerika adalah negara dengan PLTS perkebunan yang sangat luas. Dilansir dari npr.org, panel surya di Amerika dibangun di atas lahan pertanian yang sangat luas. Panel surya dipasang dengan jarak yang cukup luas sehingga tanaman-tanaman yang tumbuh di bawahnya tetap memperoleh sinar matahari yang cukup untuk berfotosintesis.
Pada awalnya, mereka ragu dan dilema apakah membangun panel surya di atas tanaman yang sedang tumbuh adalah pilihan yang tepat? Bukankah hal tersebut justru akan menghambat sinar matahari sehingga fotosintesis akan terhambat? Namun, negara dengan PLTS perkebunan ini membuktikan jawabannya lewat hasil nyata bahwa tanaman tidak mati dan justru tumbuh subur di bawah naungan panel surya. Penguapan air yang terjadi justru menjadi lebih sedikit sehingga kelembapan tanaman dan tanah di bawahnya terjaga. Panel surya juga menjadi lebih terawat karena uap air yang dihasilkan tanaman ketika berfotosintesis dapat membuat panel surya lebih lembap dan dingin.
JEPANG
Selain Amerika, Jepang juga menjadi salah satu negara dengan PLTS perkebunan yang terbesar dan terpercaya. Hampir sama dengan sistem PLTS perkebunan di Amerika yang dibangun di atas tanaman pertanian, di Jepang pun demikian. Struktur penyangga panel surya dibuat seperti atap pelindung setinggi lima meter dari tanah. Jarak ini memungkinkan tanaman dapat tumbuh dengan baik. Panel surya dipasang dengan jarak yang cukup berjauhan sehingga sinar matahari tetap sampai ke tanaman.
Negara dengan PLTS perkebunan di Jepang ini telah mampu meningkatkan pendapatan petani yang sebelumnya sangat mengkhawatirkan karena sering gagal panen. PLTS meningkatkan pendapatan melalui hasil panen perkebunan yang lebih stabil. Selain itu, mereka bahkan juga memperoleh keuntungan dari hasil penjualan listrik yang dihasilkan PLTS.
CHINA
Sedikit berbeda dengan Jepang dan Amerika dimana panel surya dibangun di atas lahan perkebunan aktif dengan tanaman yang tumbuh di bawahnya. Panel surya di China banyak dibangun pada lereng gunung yang tandus. Wilayah itu sangat luas, sulit ditanami karena tandus sehingga lahannya gundul. Wilayah seperti ini menjadi sangat ideal untuk panel surya karena tidak ada penutup panas matahari apapun.
PLTS perkebunan di China dibangun secara besar-besaran, sehingga listrik yang dihasilkan tidak hanya untuk kebutuhan operasional di perkebunan. Pasokan energi yang dihasilkan juga mampu memenuhi kebutuhan listrik untuk area pemukiman dalam jangka waktu yang lama.
Berbagai manfaat di atas dapat diperoleh oleh para pengelola lahan perkebunan dengan membangun instalasi PLTS. Catur Elang Energi (CEE) dapat membantu Anda mulai dari berbagai prosedur persiapan dan perizinan hingga proses pemasangan selesai. Bukan hanya Anda akan memperoleh instalasi PLTS yang efektif dan bergaransi hingga 20 tahun dari CEE, tapi juga berbagai layanan pendukung untuk proses perawatan agar keawetan panel terjaga.
Hubungi tim marketing CEE untuk informasi selengkapnya tentang produk panel surya kami! (Septiani)