Blog

Mall mana saja yang sudah menerapkan PLTS di Indonesia

Posted on November 4, 2021 by caturelangenergi

Meskipun banyak yang menganggap penggunaan PLTS hanya ditujukan sebagai pemasok energi listrik untuk hunian dan perkantoran, ternyata PLTS juga cukup banyak digunakan untuk pusat perbelanjaan seperti mal. Penerapan PLTS di mal terbukti mampu menghemat penggunaan listrik PLN dalam jumlah yang signifikan. 

Setiap mal pasti dilengkapi dengan lampu-lampu terang, pendingin ruangan, game center, serta berbagai peralatan elektronik lainnya. Semua peralatan tersebut membutuhkan energi listrik dalam jumlah yang besar. Sebagai gambaran, sebuah mal di Jakarta membutuhkan energi listrik sebesar 40 Megawatt. Itu merupakan jumlah yang sama dengan kebutuhan listrik untuk daerah pedesaan atau daerah pelosok. Dengan penerapan PLTS di mal, pengelola dapat mewujudkan penghematan biaya operasional listrik bulanan dalam jumlah yang cukup besar. 

Melalui ulasan di bawah ini Anda akan mengetahui beberapa contoh penerapan PLTS di mal Indonesia maupun negara tetangga!

Mal-Mal yang Menggunakan PLTS

Berikut ini adalah beberapa mal yang telah mewujudkan penerapan panel surya sebagai sumber listrik:

  1. AEON MALL

AEON Mall yang berada di Cakung, Jakarta, merupakan penerapan PLTS di mal yang pertama di Indonesia. AEON mall mulai menggunakan PLTS yang terpasang pada atap bangunan sejak tahun 2019 lalu. Pihak manajemen memasang PLTS berkapasitas 507 kWp dan dilengkapi dengan baterai berkapasitas 110 kW.

Penerapan PLTS di mal PLTS oleh pihak AEON mall diklaim mampu mendukung kebutuhan listrik secara signifikan. Penggunaan PLTS mampu menghemat penggunaan listrik hingga 10%.  Manajemen AEON mall mengatakan bahwa pasca penggunaan PLTS, mereka mampu menghemat 1 megawatt hour (MWh).

  1. Lindeteves Trade Center (LTC)

LTC Glodok, Jakarta, merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang juga menggunakan PLTS atap. Penerapan PLTS di mal LTC Glodok yang sudah berlangsung sejak September 2021 ini merupakan salah satu upaya pihak manajemen untuk mendukung program eco office yang terus dikampanyekan oleh pemerintah belakangan ini.

Menurut pihak manajemen, penerapan PLTS di mal LTC Glodok mampu mengurangi 474.949 kilogram emisi karbondioksida, jumlah yang setara dengan polusi dari pembakaran 132.595 liter bensin. Itu berarti penggunaan PLTS mampu mengurangi emisi karbondioksida setara dengan penanaman 5.949 pohon.

LTC Glodok memasang 880 panel surya. Penerapan PLTS di mal LTC Glodok tersebut tercatat mampu mengurangi penggunaan listrik operasional hingga 508.511 kWh setiap tahunnya. Hal tersebut jelas memberikan dampak yang cukup signifikan pada pengeluaran untuk biaya tagihan listrik. 

  1. Sembawang Shopping Centre (SSC)

Sembawang shopping centre memiliki 51 panel surya yang terpasang pada atap bangunannya. Dari total penerapan PLTS di mal, listrik yang mampu dihasilkan setiap harinya dapat mencapai 34,52 kWh. Angka tersebut setara dengan energi yang dibutuhkan untuk menyalakan lampu neon berdaya 32 watt selama 45 hari penuh. Jika diakumulasi, penghematan yang listrik yang dihasilkan sangat besar setiap bulannya.

  1. Bugis Junction

Bugis Junction, komplek pusat perbelanjaan yang terletak di Singapore memasang PLTS pada area seluas 1000m2. PLTS yang dipasang di Bugis Junction memiliki kapasitas total untuk menghasilkan 200.000 kWh setiap tahunnya. Sebagai gambarannya, energi listrik yang dihasilkan tersebut mampu memenuhi kebutuhan listrik 50 rumah hunian dengan empat kamar, selama 1 tahun penuh. 

Tidak heran jika pihak manajemen mampu menghemat uang sebesar 30.000 dolar Singapore (setara dengan Rp315 juta) setiap tahunnya. Dengan nilai guna PLTS yang diperkirakan dapat bertahan hingga 25 tahun, diproyeksikan total biaya yang dihemat dapat mencapai 750.000 dolar Singapore. Penerapan PLTS di mal di Bugis Junction dapat menjadi contoh bagi Indonesia untuk mulai menggunakan PLTS di berbagai pusat perbelanjaan terutama di kota-kota besar. 

Tantangan Penerapan PLTS di Mal

Saat ini, jumlah pusat perbelanjaan di Indonesia yang menggunakan PLTS memang masih sangat terbatas. Indonesia masih tertinggal jauh dalam hal penerapan PLTS di Mal dari negara-negara maju seperti Singapura, Jepang, negara-negara Eropa, maupun Amerika Serikat. Salah satu faktor yang menjadi penghambatnya adalah nilai investasi awal yang cukup mahal. Sebagai contoh, dalam proses pemasangan PLTS di AEON Mall Cakung saja, total menghabiskan anggaran hingga Rp20 miliar. 

Tantangan tersebut sebenarnya bukan menjadi masalah yang besar jika pihak pengelola mal juga menjalankan manajemen investasi. Panel surya dapat menjadi salah satu investasi karena dalam jangka panjang dapat menjanjikan keuntungan yang lebih besar dari setiap penghematan yang dihasilkan. Terlebih lagi jika pihak pengelola mal didukung oleh penyedia PLTS yang profesional seperti Catur Elang Energi. Setiap biaya yang dialokasikan akan menjadi lebih efektif dengan desain panel surya yang sangat efisien dan optimal menyerap energi.

Untuk informasi lebih lanjut tentang jasa penerapan PLTS di mal, silakan menghubungi tim marketing CEE! (Septiani)

Halo!

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim representatif kami untuk chat via WhatsApp





Kembali
6281288770321
x
Halo, kami siap membantu Anda!