Masih Gunakan Sistem Tadah Hujan? Atur Irigasi Lebih Fleksibel dengan PLTS!
Posted on July 7, 2022 by caturelangenergi
Di Indonesia, masih banyak pertanian yang mengandalkan sistem tadah hujan sebagai sistem irigasi utama. Sistem tadah hujan dianggap yang paling mudah dan benar-benar mengandalkan cuaca. Namun, sistem ini memiliki banyak kekurangan.
Sawah tadah hujan tidak dapat mengatur debit air yang seharusnya dialirkan ke ladang, sekaligus tidak dapat mengatur kapan saja air harus dialirkan dan dihentikan. Jika lama tidak turun hujan dan sawah mengering, petani terancam gagal panen. Air yang dialirkan dari sungai-sungai tidak dapat menutupi seluruh kebutuhan air karena keterbatasan alat dan sumber daya. Dengan sistem tadah hujan seperti ini, panen menjadi sulit dikendalikan dan ancaman kegagalan jauh lebih besar.
Oleh karena itu kita membutuhkan sistem irigasi fleksibel yang memanfaatkan teknologi PLTS untuk menghidupkan pompa-pompa air. Kita dapat mendapatkan air untuk irigasi dari lokasi manapun karena memiliki sistem pemompa air yang mampu mengalirkan ke mana saja dan kapan saja.
Benarkah irigasi fleksibel jauh lebih baik daripada sistem tadah hujan?
Sistem irigasi fleksibel memiliki konsep yang sederhana. Dari sumber air seperti danau atau sungai di lokasi persawahan, air dipompa untuk ditampung ke suatu tempat. Sebuah bak penampungan besar dibangun di dekat area sawah, lalu dibuatlah pipa-pipa air ke semua area persawahan. Air kemudian dialirkan dengan mesin pompa yang dihidupkan dengan listrik hasil PLTS. Sistem inilah yang dinamakan irigasi fleksibel.
Mengapa irigasi fleksibel? Karena dengan cara ini, kita dapat memenuhi kebutuhan irigasi sawah kapanpun. Debit air untuk setiap ladang juga dapat kita atur. Melalui sistem irigasi fleksibel, sawah tidak bergantung pada hujan untuk memenuhi kebutuhan pengairan.
Irigasi fleksibel menjadi solusi untuk pengairan sawah di musim kemarau. Petani tidak khawatir lagi sawah ladangnya kekeringan karena masih dapat mendapatkan air dengan mudah dari manapun. Tinggal menyalakan pompa, air akan mengalir dari pompa-pompa. Kita pun tidak perlu mencemaskan energi penggerak pompanya, sebab listrik dapat kita peroleh secara gratis dari PLTS. Produksi pertanian dapat berlipat ganda sebab produksi tidak hanya mengandalkan cuaca dan musim.
PLTS sebagai solusi untuk mewujudkan irigasi fleksibel
Salah satu hambatan menerapkan irigasi fleksibel ini adalah penyediaan energi untuk penggerak pompanya. Semakin banyak pompa, semakin banyak energi listrik yang harus disediakan. Untuk menutup kebutuhan ini, sistem PLTS menjadi jawaban yang paling tepat.
1. PLTS off grid yang paling cocok untuk membangun sistem irigasi fleksibel
Sistem off grid tidak membutuhkan sokongan PLN untuk beroperasi. Kelebihan inilah yang membuatnya cocok dibangun di tengah ladang persawahan yang tidak terjangkau listrik PLN. PLTS off grid mampu menyuplai listrik di siang hari, dan saat malam memakai listrik yang disimpan di baterai PLTS. Sehingga irigasi fleksibel dapat bekerja 24 jam jika diperlukan.
2. Biaya operasional lebih murah dibanding diesel dan solar
Pembangkit listrik dengan PLTS lebih murah karena tidak perlu terus membeli bahan bakar solar setiap akan menyalakan diesel. Listrik yang dihasilkan oleh mesin diesel juga terbatas, sehingga kinerja pompa air pun jadi terbatas. Jika ingin listrik yang lebih banyak, butuh diesel lebih besar dan bahan bakar solar yang harus disediakan juga jadi lebih mahal.
Berbeda dengan PLTS yang mengubah panas matahari menjadi listrik. Kita tidak perlu membeli bahan bakar dan mendapatkan listrik secara gratis setiap kali memakai pompa air. Kapasitas listrik yang dihasilkan PLTS juga lebih besar. Dengan demikian diharapkan Irigasi fleksibel jadi lebih luas jangkauannya.
3. PLTS off grid dapat meningkatkan hasil panen dan ekonomi masyarakat dengan irigasi fleksibel
Dengan irigasi fleksibel, kita dapat mengatur kapan saja air dialirkan dan berapa banyak debit air yang dibutuhkan, karena air sudah tertampung di tempat khusus yang siap dialirkan dengan pompa kapan saja. Fleksibilitas ini memungkinkan tanaman dapat terus tumbuh tanpa mengenal musim dan menunggu hujan. Panen dapat dilakukan 2-3 kali dalam setahun karena air terus terpenuhi. Semua itu karena fleksibilitas irigasi yang terjamin. Irigasi yang fleksibel dapat direalisasikan dengan keberadaan PLTS yang menjamin terpenuhinya kebutuhan listrik untuk menyalakan pompa air kapan saja dengan biaya yang terjangkau. (Septiani)