Pemanfaatan Lahan Tambang dengan Panel Surya, Upaya Kurangi Emisi Karbon
Posted on December 30, 2022 by caturelangenergi
Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki banyak sekali kegiatan pertambangan. Sayangnya, dalam perjalanan untuk mendapat hasil bumi yang bernilai mahal tersebut, menimbulkan sisa proses galian yang menjadi lahan bekas tambang. Sedangkan upaya pemanfaatan lahan tambang di Indonesia masih terbilang minim. Lahan bekas tambang lebih banyak dibiarkan terbengkalai begitu saja.
Dilansir dari laman cnnindonesia.com, bahwa Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur di tahun 2022 mencatat 149 lubang dengan luas 256 ribu hektar yang dihasilkan dari 25 konsesi perusahaan tambang. Terhitung sejak 2011 hingga 2021, Jatam juga mencatat lubang bekas lahan tambang di Kalimantan Timur telah menelan korban jiwa sebanyak 40 kali. Adanya korban jiwa bukan menjadi satu-satunya masalah yang timbul ketika bekas galian lahan tambang dibiarkan terbengkalai begitu saja. Masih ada masalah lain yang timbul jika tidak ada upaya pemanfaatan lahan tambang tersebut.
Apa saja masalah itu? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!
Dampak Bekas Lahan Tambang
Pada dasarnya kita tahu bahwa semua kegiatan perusahaan pertambangan tentu akan menghasilkan limbah. Hal ini juga yang menjadi salah satu tantangan dalam upaya pemanfaatan lahan tambang. Limbah-limbah milik perusahan pertambangan yang tidak diolah dengan baik, pada akhirnya mencemari lingkungan. Salah satu kasusnya adalah sungai yang berada di Sempaja Timur yang terkena imbas dari limbah pertambangan, padahal sungai tersebut menjadi salah satu sumber kebutuhan masyarakat sekitar.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten juga memaparkan dampak lain dari bekas lahan tambang. Banyak sekali hutan yang dibabat habis dalam proses pertambangan perusahaan. Padahal hutan berperan besar dalam memproduksi oksigen sekaligus menyerap zat karbon dalam jumlah besar di bumi. Jika hutan yang paling besar berjasa dalam proses pengurangan emisi karbon banyak dihilangkan, maka upaya lain harus dilakukan demi keberlangsungan hidup manusia di masa depan. Salah satunya dengan mengupayakan lebih banyak pemanfaatan lahan tambang.
Mengurangi Emisi Karbon
Dewasa ini, naiknya suhu bumi (pemanasan global) dan masalah bencana alam akibat iklim global yang tidak dapat diprediksi, menjadi topik hangat yang semakin banyak diperbincangkan. Kita memahami bahwa efek rumah kaca atau proses pembakaran senyawa yang mengandung karbon adalah penyebab naiknya suhu bumi dan masalah iklim lainnya. Banyak upaya yang dilakukan pemerintah hingga masyarakat sipil untuk menanggulangi emisi karbon, mulai dari penanaman hutan gundul, menghemat energi, hingga menggunakan sumber energi terbarukan untuk menghasilkan listrik, contohnya panel surya. Sayangnya, belum banyak dari upaya tersebut yang diarahkan untuk pemanfaatan lahan tambang.
Selama ini di Indonesia bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk memenuhi kebutuhan energi (listrik). Menurut dataindonesia.id, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan bahwa hingga tahun 2022 Indonesia memiliki 253 PLTU yang tersebar. Sayangnya, kompas.com menuturkan bahwa proses penggunaan PLTU yang membakar batu bara justru menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di Indonesia selama 20 tahun. Sudah sepatutnya jika kita beralih dari PLTU ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mengurangi emisi karbon di Indonesia. Lalu, bagaimana panel surya dapat menjadi jawaban bagi upaya pemanfaatan lahan tambang?
Panel Surya sebagai Solusi
Panel Surya sedang naik daun di bidang energi khususnya terkait upaya pengurangan emisi karbon dunia. Bagi masyarakat, panel surya menjadi terobosan baru untuk menghemat penggunaan listrik rumahan. Menariknya lagi, panel surya juga dapat menjadi bagian penting dalam upaya pemanfaatan lahan tambang. Jika bekas lahan tambang dipergunakan untuk memasok energi listrik dalam skala besar menggunakan panel surya, hal tersebut akan menjadikannya kembali memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dengan cara yang lebih minim polusi.
Kabar baiknya, memasang panel surya untuk pemanfaatan lahan tambang, bukan lagi menjadi sesuatu yang sulit untuk diwujudkan. Anda dapat memanfaatkan jasa vendor profesional seperti Catur Elang Energi (CEE). Catur Elang Energi (CEE) didukung oleh tim yang berkompeten untuk membantu Anda memasang panel surya yang ramah lingkungan. Dengan garansi 25 tahun, panel surya CEE bukan hanya menjadi pilihan terbaik untuk masa depan kelestarian lingkungan, tapi juga menjadi investasi yang menjanjikan keuntungan jangka panjang. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi tim marketing CEE! (Septiani)