PLTS Atap Sumber Energi Alternatif Industri Anda
Posted on May 20, 2022 by caturelangenergi
Sebelum memahami tentang alasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap sebagai alternatif energi, perlu dibahas terlebih dahulu tentang latar belakangnya. Saat ini, bahan bakar fosil masih menjadi sumber energi listrik utama di dunia, termasuk Indonesia. Sayangnya, penggunaan listrik energi fosil, seperti batu bara dan minyak bumi menimbulkan berbagai konsekuensi negatif dalam pemanfaatannya. Salah satunya karena tidak dapat diperbaharui. Sebagai sumber energi yang tidak dapat diperbaharui, pemanfaatan terus menerus tentu akan berdampak pada habisnya sumber energi tersebut di masa mendatang.
Lebih buruknya lagi, cadangan energi yang terus menipis bukanlah satu-satunya masalah yang dihadapi dari pemanfaatan listrik energi fosil. Penggunaan listrik berbahan baku fosil juga secara tidak langsung berkontribusi pada peningkatan emisi karbon yang dapat mengakibatkan perubahan cuaca serta kerusakan lingkungan. Proses pembakaran batu bara dan minyak bumi yang dilakukan selama produksi listrik menghasilkan emisi karbon dalam jumlah yang besar. Dilansir dari katadata.co.id, PT PLN berpotensi menjadi penghasil emisi karbon dengan jumlah hingga 916 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e) hingga tahun 2060 nanti. Jika dibiarkan, dapat dibayangkan betapa besarnya kerusakan lingkungan yang dihasilkan di tahun-tahun mendatang.
Alternatif Energi Listrik Ramah Lingkungan
Sebagai salah satu langkah untuk mencegah dampak negatif dari penggunaan listrik berbahan bakar fosil, mencari sumber energi alternatif yang ramah lingkungan menjadi prioritas yang harus segera dilakukan. Sektor industri menjadi salah satu yang harus segera mengambil langkah ini, mengingat konsumsi listrik yang sangat besar dalam operasional perusahaan sehari-hari.
Salah satu alternatif sumber energi listrik ramah lingkungan yang dapat dipilih adalah dengan memasang PLTS. PLTS atap merupakan teknologi yang memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan listrik energi surya termasuk kedalam energi yang berkelanjutan.
Tidak hanya memanfaatkan sumber energi baru terbarukan, PLTS atap juga menjadi solusi untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan yang dihasilkan dari produksi listrik berbahan baku fosil. Dilansir dari kumparan.com, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya memiliki potensi untuk mendorong penurunan emisi gas rumah kaca hingga pada angka 3,2 juta ton karbondioksida. Hal tersebut dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap keasrian lingkungan pada tahun-tahun mendatang.
Selain itu, dengan perannya dalam menurunkan emisi karbon, penggunaan PLTS khususnya pada sektor industri dapat menjadi salah satu sikap mendukung target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) yang telah ditetapkan pemerintah. Saat ini, Indonesia menargetkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada tahun 2025 nanti.
Apa Manfaatnya Bagi Pelaku Industri?
Menjadi perusahaan yang peduli terhadap lingkungan melalui pemanfaatan PLTS atap akan memberikan citra positif di mata masyarakat, investor serta pemerintah. Hal ini akan menjadi salah satu aspek kompetitif yang dapat ditampilkan perusahaan. Instalasi PLTS yang dapat diimplementasikan di berbagai wilayah, serta perawatannya yang cenderung mudah membuat PLTS sangat cocok digunakan sebagai alternatif sumber energi listrik untuk sektor industri.
Citra sebagai perusahaan yang peduli akan lingkungan bukanlah satu-satunya manfaat yang dapat diperoleh oleh pelaku industri yang memutuskan untuk mulai menggunakan PLTS. Dilansir dari wartaekonomi.co.id, PLTS atap mampu menekan biaya tagihan listrik sebesar 20-35% setiap bulan. Dengan masa guna PLTS yang rata-rata mencapai 25 tahun, instalasi PLTS atap dapat disebut sebagai langkah investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. Dapat dikalkulasi besarnya anggaran yang dapat disimpan atau bahkan dialihkan untuk kebutuhan perusahaan lainnya.
Meskipun operasional PLTS sangat bergantung pada pancaran sinar matahari, tidak perlu takut bahwa produksi listrik yang dihasilkan tidak optimal. Indonesia yang memiliki iklim tropis dan berada di garis khatulistiwa secara geografis sangat cocok dengan PLTS atap. Indonesia memiliki potensi pasokan sinar matahari yang berlimpah dan konsisten sepanjang tahun. Bahkan menurut katadata.co.id, para peneliti memaparkan bahwa jumlah energi matahari yang mencapai permukaan bumi dalam kurun waktu satu jam, sudah dapat mencukupi total kebutuhan energi planet selama satu tahun penuh.
Dukungan pemerintah terhadap pemanfaatan PLTS atap untuk sektor industri juga terus mengalir dan sangat intens pada beberapa tahun terakhir. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya regulasi yang secara jelas mengatur dan mempermudah penggunaan pembangkit listrik tenaga surya. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penggunaan PLTS atap dapat mencapai 3,6 gigawatt hingga tahun 2025 mendatang.
Pemasangan PLTS atap kini semakin mudah. Anda dapat menghubungi Catur Elang Energi (CEE), yang selain menyediakan panel surya, juga didukung oleh tim berkompeten untuk membangun instalasi PLTS. Panel surya CEE bahkan didukung dengan garansi yang mencapai 25 tahun, sehingga semakin menjamin masa pakainya untuk jangka waktu yang lama. Segera hubungi tim marketing CEE untuk berdiskusi lebih banyak tentang layanan kami lainnya! (Septiani)