Blog

PLTS Atap untuk Pondok Pesantren, Persiapkan Generasi Cerdas dengan Energi Surya

Posted on July 29, 2022 by caturelangenergi

Dilansir dari goodstats.id, pondok pesantren di Indonesia mencapai puluhan ribu jumlahnya. Per Januari 2022 lalu, Kementerian Agama merilis ada sebanyak 26.975 pondok pesantren di Indonesia. Dengan jumlah sebanyak itu, dapat kita bayangkan betapa besarnya potensi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap untuk pondok pesantren. 

Apabila setiap pondok pesantren memiliki PLTS atapnya masing-masing, akan ada puluhan ribu pondok pesantren yang menggunakan alternatif sumber energi listrik terbarukan. Dengan jumlah potensi sebesar itu, kita boleh merasa optimis bahwa program peralihan energi terbarukan sekaligus upaya menurunkan gas emisi karbon di lingkungan dapat tercapai. 

Target peralihan energi terbarukan di pondok pesantren ini bukan hal yang utopis sebab PLTS atap untuk pondok pesantren bukan lagi hal asing. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya ponpes yang memiliki PLTS atap. Beberapa pondok pesantren pelopor yang telah memiliki PLTS atap adalah Pondok pesantren Tanbihul Ghofilin di Banjarnegara, pondok pesantren Wali Barokah di Kediri, dan pondok pesantren Darussalam di Sumenep. 

Manfaat dari PLTS atap untuk pondok pesantren patut disebarkan lebih luas, agar semakin banyak pihak yang menyadari potensi besarnya dalam mendukung kegiatan pendidikan maupun mendukung gerakan peralihan energi di Indonesia. 

Bagaimana peranan PLTS atap untuk pondok pesantren? 

PLTS atap untuk pondok pesantren dapat meringankan beban biaya listrik yang harus dibayarkan setiap bulannya. Terlebih lagi untuk pondok pesantren berukuran besar dengan ribuan santri yang dinaungi, energi listrik yang dibutuhkan berlangsung 24 jam nonstop karena santri menginap di lingkungan pondok. Dengan dibangunnya PLTS atap untuk pondok pesantren, beban biaya akan lebih murah karena sebagian listriknya dipenuhi secara gratis oleh PLTS. Anggaran biaya listrik yang berhasil dihemat dapat dialihkan untuk anggaran kebutuhan lainnya baik untuk program santri maupun ponpes secara umum. 

Selain menguntungkan dari segi penghematan biaya, PLTS atap untuk pondok pesantren dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran riil untuk santri. Dengan keberadaan PLTS atap untuk pondok pesantren, santri dapat menyaksikan langsung bagaimana praktik pembangkitan energi listrik dengan panas matahari sebagai sumber energinya. Santri dapat melihat bagaimana instalasi PLTS dan merasakan secara langsung listrik yang dihasilkan. Dengan media pembelajaran langsung ini harapannya dapat membentuk pengalaman positif secara langsung pada santri. Pengalaman positif tersebut dapat menjadi bekal pada masa depan agar santri-santri ikut menyukseskan program peralihan energi terbarukan ini. 

PLTS atap untuk pondok pesantren juga berperan dalam mengurangi polusi dan melestarikan lingkungan. PLTS bekerja dengan mengubah panas matahari sebagai sumber energi menjadi energi listrik. PLTS tidak membutuhkan bahan bakar fosil sebagai energi pembangkit, sehingga PLTS tidak menghasilkan uap pembakaran yang mencemari udara. PLTS juga tidak berisik seperti pembangkit listrik diesel sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Dengan menggunakan alternatif pembangkit listrik tenaga surya, pondok pesantren ikut berkontribusi dalam upaya pengurangan konsumsi bahan bakar fosil (batubara). Dengan demikian, bahan bakar fosil tidak cepat habis dan tidak menambah polusi karbon bagi atmosfer. 

Membangun PLTS atap untuk pondok pesantren

Untuk membangun instalasi PLTS atap, pondok pesantren setidaknya membutuhkan tiga hal, lahan untuk pemasangan, dana investasi awal dan partner penyedia jasa pemasangan dan perawatan PLTS. Tidak harus menyiapkan lahan khusus, karena pondok pesantren juga dapat memanfaatkan atap gedung sebagai lokasi pemasangan PLTS. Atap menjadi tempat yang cukup ideal karena umumnya bebas bayangan sehingga panel surya dapat menyerap panas matahari secara maksimal. Sebelum memasang PLTS, pastikan kerangka atap kokoh agar dapat menopang beban panel surya dengan baik dan aman.

Dana investasi yang perlu disiapkan untuk memasang PLTS memang terbilang cukup besar. Tetapi, jika dibandingkan dengan durasi pakai PLTS yang umumnya dapat bekerja dan terus menerus hingga 20-25 tahun, menyuplai listrik setiap harinya, dana investasi menjadi cukup sepadan dengan keuntungannya. Bahkan jika dikalkulasikan secara rinci, secara umum penghematan tagihan listrik yang dihasilkan oleh PLTS lebih besar dibandingkan dengan biaya pemasangannya. 

Bekerja sama dengan vendor pemasangan dan perawatan PLTS yang profesional seperti Catur Elang Energi (CEE) akan memberikan banyak sekali kemudahan dan keuntungan untuk pondok pesantren. Pihak pondok tidak perlu repot dan kesulitan mengurus perizinan pemasangan, karena semua proses dari A-Z akan dibantu pengurusannya oleh tim CEE. Selain itu, keuntungan dari pemasangan PLTS juga akan semakin besar karena panel surya CEE dilengkapi dengan garansi yang mencapai 25 tahun. Hal ini akan membantu menjamin potensi keuntungan dari penghematan biaya listrik pondok pesantren untuk jangka panjang.

Hubungi tim marketing CEE untuk berdiskusi lebih banyak tentang produk dan layanan kami! (Septiani)

Halo!

Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim representatif kami untuk chat via WhatsApp





Kembali
6281288770321
x
Halo, kami siap membantu Anda!